Senin, 02 Oktober 2023
Politik

Pembulatan Kuota 30 Persen Bacaleg Perempuan Jadi Momok Bagi Parpol di Banyuwangi

profile
Ikhwan

07 September 2023 21:45

1.4k dilihat
Pembulatan Kuota 30 Persen Bacaleg Perempuan Jadi Momok Bagi Parpol di Banyuwangi
Ilustrasi (Anwart/RG/Rgol.id)

Kabupaten Banyuwangi, SJP - Sejumlah partai politik di Banyuwangi harap-harap cemas menunggu Keputusan Mahkamah Agung tentang pembulatan kuota caleg perempuan 30 persen pada Pemilu 2024 mendatang. 

Ada partai politik di Banyuwangi yang berharap aturan itu tidak diberlakukan. Hal itu karena berpotensi menggerogoti formasi caleg di setiap dapil yang sudah didaftarkan. 

Salah satu yang tidak bersepakat adalah DPD Partai Golkar Banyuwangi. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Golkar Banyuwangi, Ruliyono.

Ia mengatakan, keputusan tersebut dinilai merugikan partai politik. Terlebih selama ini partai politik sudah menata jauh-jauh hari formasi bacaleg. 

"Partai sudah mempersiapkan, begitu juga dengan bakal caleg yang bersangkutan juga sudah melakukan banyak persiapan," kata Ruli, Kamis (7/9/2023).

Bila disahkan, aturan itu jelas mewajibkan keterwakilan 30 persen di setiap dapil. Bila jumlahnya kurang dari 30 persen maka partai harus merombak komposisinya.

Mengganti bacaleg pria dengan bacaleg perempuan atau mengurangi jumlah bacaleg pria yang sebelumnya telah didaftarkan.

"Maka bakal caleg laki-laki di dapil yang kuota perempuannya kurang harus diganti dengan bakal caleg perempuan," ujarnya.

Hal itu bakal membuat puyeng pengurus partai politik. Menurut Ruli, mencari caleg pengganti pun merupakan hal yang tak mudah. Apalagi itu caleg perempuan. 

Belum lagi polemik yang muncul akibat pergeseran bacaleg. Besar kemungkinan bacaleg yang tergeser akan melakukan gugatan.

"Akan sangat disayangkan bila kemudian muncul gugatan di tengah tahapan pemilu yang sudah berjalan. Karena hal itu merugikan partai," tegas Ruli.

"Oleh sebab itu kami berharap aturan itu tidak jadi diberlakukan," imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Partai Nasdem Banyuwangi Zamroni mengambil sikap yang lebih bijak.

Ia bersepakat bila aturan itu memang bakal memberatkan bagi partai. Namun ia tak protes dan memilih tunduk dengan regulasi itu bilamana memang jadi diterapkan.

"Partai Nasdem siap jika aturan tersebut dalam waktu dekat diberlakukan oleh KPU," kata Zamroni kepada wartawan.

Zamroni menjelaskan, partai Nasdem memiliki banyak bacaleg perempuan. Hal itu yang membuatnya tak begitu cemas. 

"Sehingga jika nantinya harus melakukan penggantian bakal caleg dan menambah unsur perempuan, kami sudah siap," ujarnya.

SebagI informasi sebelumnya Mahkamah Agung mengabulkan gugatan Perludem terhadap Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2023. Khususnya pasal 8 ayat 2, terkait pembualatan jumlah keterwailan perempuan.

Setelah adanya putusan Mahkamah Agung tersebut, KPU berencana akan merubah Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2023. (*)

Pewarta : Mohammad Ikhwan
Editor : Queen Ve

Tags
Anda Sedang Membaca:

Pembulatan Kuota 30 Persen Bacaleg Perempuan Jadi Momok Bagi Parpol di Banyuwangi

Share

APA REAKSI ANDA?

0 Sangat Suka

0 Suka

0 Tertawa

0 Flat

0 Sedih

0 Marah

ADVERTISEMENT