Kementerian PUPR Tuntaskan Penataan Kawasan Agrowisata Tamansuruh Banyuwangi

Konsep penataan Agrowisata Tamansuruh disesuaikan dengan fungsi objek wisata yang memanfaatkan sektor pertanian berpadu kelestarian lingkungan sert abudaya lokal rumah adat Suku Osing

30 Apr 2024 - 09:00
Kementerian PUPR Tuntaskan Penataan Kawasan Agrowisata Tamansuruh Banyuwangi
Rumah suku adat Osing berstruktur utama soko dengan bahan material kayu kualitas terbaik di Agrowisata Tamansuruh (PUPR/SJP)

Jakarta, SJP  – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan penataan kawasan Agrowisata Tamansuruh Kabupaten Banyuwangi, . 

Konsep penataan Agrowisata Tamansuruh disesuaikan dengan fungsi objek wisata yang memanfaatkan sektor pertanian berpadu kelestarian lingkungan sert abudaya lokal rumah adat Suku Osing. 

Sebagai informasi, Agrowisata Tamansuruh adalah destinasi wisata alam seluas 10,5 hektar yang terletak di lereng kaki Gunung Ijen, tepatnya di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah.

Hanya sekitar 26 km dari Bandara Internasional Banyuwangi,  waktu tempuh melalui jalur darat hanya perlu 40 menit.

Program penataan Agrowisata Tamansuruh diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun manca negara sehingga turut meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Penataan Kawasan Agrowisata Tamansuruh  di Kabupaten Banyuwangi termasuk dalam kawasan prioritas pembangunan di Jawa Timur, berdasarkan Peraturan Pemerintah No 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan - Kawasan Bromo Tengger Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

“Dukungan infrastruktur penataan kawasan Agrowisata Tamansuruh bagian dari upaya Kementerian PUPR dalam mendukung pengembangan wisata edukasi bertaraf internasional serta berwawasan lingkungan dan kelestarian budaya Kabupaten Banyuwangi,” papar Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja selaku Juru Bicara Kementerian PUPR. 

Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR dengan kontraktor pelaksana PT Lingkar Persada telah mengerjakan penataan kawasan Agrowisata Tamansuruh sejak September 2021 dan telah selesai pada akhir 2022.

Kegiatan penataan menggunakan biaya APBN  senilai Rp27,5 miliar untuk pembangunan jalan pedestrian, area parkir, dan area ticketing, serta kios souvenir, ruang tunggu supir, sanggar tari, bangunan inti, mushola, toilet, view deck, ground water tank (penampungan air bersih), dan rumah suku adat Osing yang berstruktur utama berupa kolom atau disebut soko dengan bahan material kayu kualitas terbaik. 

Perpustakaan digital juga tersedia sekaligus ruang aktivitas Smart Kampung Osing lengkapdengan informasi kebudayaan asli Banyuwangi dan komoditas pertanian di Agrowisata Tamansuruh.

Nuansa khas keaslian budaya Bayuwangi makin khas dengan penanaman berbagai bunga di sekeliling bangunan rumah adat. (**)

Sumber: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

Editor: Tri Sukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow