SUARA JATIM POST
Banner

Kasus Asusila Kasun Pulorejo, BPD Menampu Jember Tegaskan Beri Sanksi Tegas

JEMBER - Badan Permusyarawatan Desa (BPD) Menampu, Kabupaten Jember merasa malu dengan perbuatan oknum Kepala Dusun (Kasun) Pulorejo.

Hal itu dikatakan oleh  Ketua BPD Menampu Yasit yang menegaskan akan menjatuhkan sanksi berat bagi Kasun Pulorejo yang terlibat kasus dugaan asusila ini.

"Saya sangat kecewa sekali dengan ulah oknum salah satu Kasun di desa kami ini, kami pihak BPD bersikap tegas agar yang bersangkutan diberi sanksi tegas, jika memang unsurnya pas dan aturan pemerintah yang sudah tertuang yang memang harus diberhentikan secara tidak hormat, itu harus segera dilakukan,” ucapnya disela - sela rapat terbatas bersama kepala desa setempat. Sabtu, (21/11/20).

Yasit juga menceritakan jika ia juga dapat tekanan dari tokoh masyarakat dan beberapa warga dusun pulorejo yang meminta oknum Kasun tersebut harus dipecat. “Kasun tersebut harus diberhentikan paksa karena ulahnya yang sudah melampaui norma agama,” pungkasnnya.

Sebelumnya diberitakan, Seorang kepala dusun (Kasun) di Jember terseret dugaan kasus perselingkuhan dan perzinaan imbas kepergok masuk ke rumah perempuan muda yang telah beristri.

Dari informasi yang dihimpun, Kasun Pulorejo, Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas, kepergok bertamu ke rumah perempuan muda berinisial FT yang sudah memiliki suami pada malam hari dengan kondisi pintu ditutup.

Bahkan lampu di rumah tersebut dimatikan. Namun ulah sang kasun ini akhirnya kepergok suami FT berinisial AS.

AS sendiri merasa curiga dengan kondisi rumahnya sesaat setelah keluar. Kecurigaan kian membuncah saat berkali - kali ketika rumah dalam keadaan gelap alias lampu yang dimatikan, bahkan dirinya mengetuk pintu tak kunjung dibukakan pintu oleh sang istri FT, pada Rabu, (11/12/20) malam.

AS pun akhirnya mendobrak pintu rumahnya dan mencari sang istri. Namun saat memasuki kamar, betapa terkejutnya AS menjumpai Kasun Pulorejo tengah berada di kolong kamarnya. Sang kasun tampak ketakutan bersembunyi di kolong kamar dengan kondisi penuh keringat.

Tak ayal mendapati suami FT langsung menyeret sang Kasun dari dalam kamar. Hal ini membuat warga sekitar tertarik perhatiannya dan datang ke rumah FT, lantaran mendapati bunyi gaduh di rumah tersebut.

Pihak desa pun melalui kepala desa dan perangkat desa langsung mendatangi rumah AS, yang menjadi lokasi dugaan perzinaan terjadi. (Ema Wasta)

Apa Reaksi Anda?