default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Jelang Pilkades, Masyarakat Montorna Guyub Rukun “Taretan Ben Bhengsa Jhe’ Porop Kalabben Pelean”

Jelang Pilkades, Masyarakat Montorna Guyub Rukun “Taretan Ben Bhengsa Jhe’ Porop Kalabben Pelean”
Suara Pembaca
Masyarakat Montorna Guyub Rukun.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

Oleh : Faizi Zain (Perantau Asli Desa Montorna)

Perhelatan akbar bernama ‘politik’, baik di tingkat daerah maupun pusat, adalah perhelatan agung untuk menentukan pemimpin selama lima tahun ke depan. Terpilihnya seorang pemimpin yang baik, mencerminkan masyarakat yang baik pula, begitu pun sebaliknya. Oleh sebab itu, momentum yang sangat menentukan ini jangan kemudian dijadikan momentum untuk mengadu domba masyarakat demi kepentingan kekuasaan sekelompok saja. Sebab yang lebih bermakna ketimbang soal menang dan kalah dalam momentum politik adalah persaudaraan, kerukunan, dan gotong royong antar sesama. 

Perhelatan politik tingkat desa atau yang biasa dikenal dengan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) sebentar lagi akan dilaksanakan secara serentak, khususnya di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Perhelatan politik tingkat desa tersebut akan dilaksanakan pada bulan November 2019 mendatang. Meskipun rentan waktu pelaksanaan Pilkades masih terhitung cukup lama, namun gejolak antar golongan masyarakat yang dilatarbelakangi oleh unsur politis mulai terlihat dan terasa memanas.

Indikator dari gejolak tersebut dapat kita saksikan bersama, biasanya setiap momentum politik selalu ada persoalan-persoalan yang sengaja diuangkap dengan tujuan kelompok tertentu. Misalnya, persoalan yang terjadi desa Montorna, kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Persoalan yang diungkap ke permukaan oleh Juru Bicara Forum Masyarakat Pemuda Montorna, Saudara Imamuddin, adalah persoalan Rastra atau beras untuk warga kurang mampu yang diduga tidak pernah dibagikan kepada masyarakat selam kurun waktu 2015-2017. Pihaknya melaporkan ke Kejaksaan Negeri pada 19 Agustus 2019 kemarin.

Lantas ada apa dengan semua ini? Mengapa dugaan penyimpangan Rastar baru dilaporkan akhir-akhir ini sementara rentang kejadinnya kurang lebih 4 tahun silam? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita terlebih dahulu keluar dari akar persoalan yang menimpa masyarakat desa kita saat ini.

Jika kita kaji dan ingat-ingat kembali perjalanan desa Montorna dari sebelum tahun 2007 adalah salah satu desa yang terbilang terbelakang, memiliki infrastruktur kurang memadai seperti jalan raya desa, penerangan jalan, pelayanan publik, dan program-program lainnya, Namun semua keadaan dan kekurangan yang terjadi di desa Montorna perlahan mulai dibenahi, tepatnya mulai sejak tahun 2007 dan selalu dibenahi hingga saat ini.

Perjuangan untuk mengangkat derajat desa – yang semula adalah desa yang sangat kekurangan dalam segi infrastruktur dan penerangan – bukanlah perjuangan yang mudah layaknya membalikkan telapak tangan. Melainkan membutuhkan suatu jerih payah serta kepercayaan dan kesadaran masyarakat untuk terus membangun dan maju ke depan. Benar kata pepatah: “Lihatlah Perjuangannya, Jangan Lihat Siapa Sosoknya”.

Kembali pada inti pertanyaan di atas, menurut pandangan penulis, upaya yang dilakukan oleh saudara desa kami adalah upaya yang sangat baik untuk dijadikan sebuah evaluasi besar dalam menjalankan tata pemerintahan desa yang lebih baik. Namun, upaya tersebut akan menjadi upaya yang sarat akan kepentingan semata jika ada unsur politis yang berusaha mengadu domba antar masyarakat di belakanganya. Sebab, bisa saja upaya yang dilakukan saudara sedesa kita penuh dengan kepetingan kelompok saja, mengingat sebentar lagi akan dilaksanakan momentum politik bernama Pilkades!

Oleh karena itu, mari kita semua khususnya masyarakat dan pemuda desa Montorna bersama-sama mendewasakan diri dalam berpolitik. Pilkades bukanlah upaya untuk menjelekkan satu dengan yang lainnya, bukan pula momentum untuk memecah-belah masyarakat desa, Pilkades adalah momentum dimana masyarakat Montorna dengan senang hati dan penuh kesadaran memilih calon pemimpinnya untuk lima tahun ke depan. Maka dari itu, mari bersama-sama kita hindari perpecahan sebab kita semua adalah saudara sedesa dan jangan mau diadu domba!.


Kontributor : Redaksi
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar