default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Setelah Menjerit, Kini Siti Rujidah Asal Bojonegoro Dapat Bansos BLT- DD

Setelah Menjerit, Kini Siti Rujidah Asal Bojonegoro Dapat Bansos BLT- DD
Sosial
Pihak Kecamatan Gayam TKSK dan pendamping PKH Gayam berkunjung ke rumah Siti Rujidah

BOJONEGORO - Keluarga Siti Rujidah asal Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, sempat menjadi perbincangan publik pasca adanya pemberitaan. Kini bisa bernafas lega pasalnya sudah mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD).

"Kemarin pasca pemberitaan itu, kepala desa memerintahkan Pemdesnya, minta foto kopi KTP dan KK, serta saya diberi uang 600 ribu," kata Siti Rujidah. Jumat (6/6/2020).

Wanita sapaan akrab Ruj ini, sangat berterima kasih pada pihak kecamatan Gayam dikarenakan telah mengirimkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk melakukan mitigasi soal keadaan rumahnya dan kesehariannya.

Setelah itu infonya keluarganya telah dimasukan menjadi penerima sementara BLT- DD pada bulan kemarin dan saat ini.

"Kabarnya sih, hari ini dapat lagi, tapi saya belum dapat undangan pangilan sebab kemarin, saya sudah dimintai KTP dan KK serta diberi uang 600 ribu tanpa ada potongan. Serta dibilangi ada kepastian saya sudah dimasukan di BLT- DD," jelasnya.

Perihal banyak komentar pedas di media sosial dikarenakan tidak dapat bantuan dan berani memprotes dan meluruk ke kantor desa, keluarga buang tinggal di kawasan pengeboran minyak ini tidak mempersoalkan, karena keadaannya seperti itu.

"Silahkan yang komentar di group sosmed, bisa melihat tempat saya dan kondisi anak saya, bila pemberitaan tersebut diangap mengada ada. Sebab rumah depan itu bukan rumah saya," ungkap Ruj.

Sementara, Yayuk Zakiya Rohmi selaku TKSK Kecamatan Gayam mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan mitigasi untuk melihat kondisi keluarga Siti Rujidah.

"Tadi saya diperintah oleh Pak Camat, untuk memantau serta melihat anak Pak Agus (suami Siti Rujidah) yang kabarnya sakit difable dan tidak pernah mendapat bantuan," terangnya.

Setelah melihat keadaan dan kondisi Siti Rujidah, dikatakan Yayuk memang kategori layak mendapat PKH, hal itu karena rumah tidak keramik, punya anak sekolah, ada manula dan juga anak difable, lebih lagi tidak punya pekerjaan tetap. Namun untuk update data tahun ini, masih membutuhkan proses.

"Nanti saya laporkan ke kecamatan, dan kordinasikan dengan pendamping yang lainnya, agar keluarga Mbak Siti ini terselamatkan, hal ini kita segera kordinasi ke pihak desa dan kecamatan, agar semua ini dapat solusi," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, bahwa Siti Rujidah asal Dukuh Ngaglik, Desa Katur, Kecamatan Gayam mempunyai suami bernama Agus Suhariyanto dan mempunyai 2 (anak) anak salah satunya difabel (tunawicara)

Mengenai penghasilan walaupun tinggal di kawasan pengeboran minyak bisa dibilang tidak menentu, lebih lebih tidak pernah mendapatkan bantuan sosial.


Kontributor : Mustakim
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar