default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Warga Desak Kejari Usut Tuntas Kasus Penyelewengan Raskin di Desa Larangan Tokol Pamekasan

Warga Desak Kejari Usut Tuntas Kasus Penyelewengan Raskin di Desa Larangan Tokol Pamekasan
Peristiwa Daerah
Mashudi, Koordinator saat dimintai keterangan oleh Wartawan.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

PAMEKASAN - Sejumlah masyarakat Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Rabu (29/1). Mereka mendesak  kasus dugaan penyelewengan bantuan Beras Miskin (Raskin) di desanya segera diusut tuntas.

Mashudi, Koordinator audiensi mengatakan, bahwa maksud dan tujuan melakukan audiensi ingin menindak lanjuti proses penyidikan dan penyelidikan Kejari Pamekasan terkait penyelewengan raksin tahun 2009-2015 yang diduga dilakukan Kepala Desa Larangan Tokol.

"Untuk menuntut dan ingin menanyakan sampai sejauh mana kasus ini prosesnya. Mulai dari proses penyidikan dan penyelidikan," ucap Mashudi, kepada awak media.

Sejauh ini kasus tersebut berdasarkan Kasi Pidsus dan Kasi Intel, kata Mashudi, masih menunggu proses hasil perhitungan kerugian uang negara dari Inspektorat setempat.

Ia menilai Kejari Pamekasan lamban menangani kasus tersebut, sebab selama 20 bulan lamanya belum jelas statusnya.

"Ini dilaporkan mulai tahun 2018, namun sampai saat ini kurang lebih mau masuk 20 bulan, terkesan berlarut-larut dan belum menemukan kepastian," ungkapnya.

Jika pun nanti dalam minggu ini masih belum ada kejelasan, Mashudi bakal melakukan aksi besar-besaran beserta masyarakat lainnya.

"Semisal dalam beberapa hari tidak ada hasil yang memuaskan dan ada kepastian, kami akan melakukan aksi," tutupnya.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Pamekasan Sutrisno mengatakan, bahwa kasus dugaan penyelewengan raskin tersebut masih tetap berjalan proses hukumnya. "Sudah itu saja yang bisa saya sampaikan," singkatnya.

Sayangnya, audiensi yang digelar di Kantor Kejari Pamekasan berlangsung tertutup. Bahkan sejumlah media dilarang masuk. Awak media hanya dapat menunggu di ruang tamu.


Kontributor : Faisol Jalaludin
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar