default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Haul Riyanto ke-19, Jadi Contoh Toleransi Dalam Beragama

Haul Riyanto ke-19, Jadi Contoh Toleransi Dalam Beragama
Peristiwa Daerah
Haul Riyanto ke-19, Jadi Contoh Toleransi Dalam Beragama

MOJOKERTO KOTA,- Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Mojokerto menggelar acara Haul Akbar Riyanto ke-19. Sabtu (14/12).

Seperti diketahui, Riyanto merupakan anggota Banser yang Wafat mengorbankan dirinya dalam menyelamatkan jemaah Gereja Sidang Jemaat Pantekosta di Indonesia (GSJPDI) 19 tahun silam. 

Haul Akbar ini dimulai dengan Kirab Merah Putih yang dimulai dari GSJPDI Eben Haezer Jalan Kartini Kota Mojokerto.

Sebelum Kirab dimulai, Pendeta Rudi Sanusi Wijaya, menceritakan kronologis anggota Banser yang gugur demi menyelamatkan jemaah GSJPDI,  menurutnya, ada seorang banser yang sering berkunjung ke gereja, dimana Banser tersebut adalah Riyanto yang gemar mengendarai motor Vespa.

“ia menemukan bungkusan kresek plastik di bawah tiang listrik ini yang dulunya adalah telepon umum, lalu memberikan kepada polisi yang bertugas menjaga, ketika dibuka polisi melihat ada rangkaian kabel-kabel pun langsung teriak "TIARAP, Ada Bom",” terangnya.

Ia melanjutkan, dengan keberanian yang begitu besar, Riyanto pun berlari mengambil kresek dan membuangnya ke saluran air yang ada di seberang gereja, namun karena itu rangkaian elektrik maka menyebabkan korsleting dan meledak.

“Riyanto pun terpental melewati atap gereja dan ditemukan di gang buntu belakang gereja, yang langsung dibawa ke RSUD namun nyawanya tak tertolong, bagi kami Riyanto adalah serorang Pahlawan,” lanjutnya.

Sementara itu, Gus Ipung Ketua GP Ansor Kota Mojokerto, mengatakan acara ini tidak hanya memeperingati keberanian mendiang Riyannto, namun ini juga merupakan contoh toleransi dalam beragama.

"Kita bukan hanya memperingati Haulnya aja namun juga memberikan semangat agar kita bisa meneladaninya, semoga ini menjadi pelajaran yang bisa diambil hikmahnya sehingga hidup aman dan damai di negeri yang kita cintai ini," jelasnya.

Kirab pun dimulai dengan pemberian Foto dari Pendeta Rudi ke Ansor, dan pengangkatan bendera oleh Forkompinda yang hadir, diikuti marching band NU, dan Bendera yang dibawa TNI, Polri, Banser sepanjang 100 meter, di belakangnya dilanjutkan mobil dinas Polri dan kesehatan hingga ke makam Almarhum Riyanto untuk berziarah.

Setelah ziarah ke makam Almarhum Riyanto acara dilanjutkan dengan Apel Kebhinekaan yang dihadiri oleh Walikota, Kapolresta dan Forkompinda Mojokerto, yang puncaknya diberikan tali asih berupa Gratis Biaya Berobat Seumur Hidup oleh dr. Rambo Garudo selaku Bendara GP Ansor Kota Mojokerto dan Direktur RS Kamar Medika.


Kontributor : Sudarmanto
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar