default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Pakar: Bupati Faida Wajib Hukumnya Patuhi KASN tanpa Ruang Keberatan

Pakar: Bupati Faida Wajib Hukumnya Patuhi KASN tanpa Ruang Keberatan
Peristiwa Nasional
Pakar administrasi negara Rohman Hermanto, dan rekomendasi KASN
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JEMBER - Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menyatakan Bupati Jember Faida melanggar sistem merit, karena sejumlah keputusan mutasi jabatan tanpa prosedur yang benar.

Hal itu seperti yang termaktub dalam surat tanggal 15 Oktober 2019 nomor : 3417/KASN/10/2019 yang diteken Wakil Ketua KASN, Tasdik Kinanto.

Sabtu (30/11/2019), pakar administrasi negara, Rohman Hermanto mengatakan, putusan KASN wajib hukumnya dipatuhi oleh seluruh kepala daerah di Indonesia sesuai amanah UU Nomor 5 tahun 2014.

"Karena kewenangan penuh KASN untuk monitoring dan evaluasi atas proses mutasi dan promosi jabatan. Jadi tidak ada mekanisme keberatan atas putusan KASN," tegas dosen FISIP Universitas Jember ini.

Menurutnya, jika putusan KASN tidak dijalankan maka lembaga negara tersebut bisa meneruskannya kepada Presiden RI untuk memberikan sanksi untuk Bupati Faida.

"Sanksinya berupa peringatan, teguran, perbaikan dan pencabutan, sanksi disiplin yang ditujukan pada pejabat pembina kepegawaian seperti tertera dalam surat adalah Bupati," papar Hermanto.

KASN dalam suratnya memberi batas waktu 14 hari sejak menerima surat untuk menjalankan rekomendasi atas pelanggaran yang dilakukan.

Apabila Bupati Faida mengabaikan putusan, dianggap KASN telah melanggar sumpah jabatan yang diamanahkan Pasal 67 huruf b, Pasal 76 ayat (1) huruf g, berikut sanksi pemberhentian sesuai Pasal 78 ayat (2) huruf c dan e dalam UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Bentuk pelanggaran Bupati Faida, disebut KASN yakni berupa pemberhentian tiga orang pejabat dan pengangkatan ke pos jabatan baru yang melanggar prinsip merit sistem yang berlaku nasional.

Diantaranya mutasi terhadap drg. Nur Cahyohadi dari Kabid Perencanaan Program dan Rekam Medik Rumah Sakit Daerah Balung menjadi Kabid Perlindungan Anak di DP3AKB.

Kemudian, drg. Umi Kusmiati dari Kasi Pelayanan dan Penunjang Medik Rumah Sakit Daerah Kalisat ke Kasi Pemenuhan Hak dan Peningkatan Kualitas Hidup Anak di DP3AKB.

Serta Endang Sulistyowati, S.Kep, Ners dari Kabid Keperawatan Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi menjadi Kabid Pengembangan SDM dan Diklat pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM.

Berikutnya, keputusan Bupati Faida memutasi Yuliana Harimurti dari Kepala Badan Keuangan dan Pengelolaan Aset Daerah ke pos jabatan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM.

Terakhir, mutasi terhadap Ruslan Abdul Gani dari Kepala Badan Keuangan dan Pengelolaan Aset Daerah ke Badan Pendapatan Daerah.

Hingga kini, Bupati Faida belum menjawab pertanyaan untuk klarifikasi terkait keputusan KASN.

suarajatimpost.com telah mengirim pertanyaan melalui pesan WhatsApp kepada yang bersangkutan, namun belum kunjung dibalas.


Kontributor : Sutrisno
Editor : Sutrisno
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar