default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

102 Pelajar SLTP dan SMA Pasuruan, ikuti Lomba Pidato Kebangsaan

102 Pelajar SLTP dan SMA Pasuruan, ikuti Lomba Pidato Kebangsaan
Peristiwa Daerah
Saat kegiatan lomba pidato kebangsaan
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

PROBOLINGGO, - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pemkab Probolinggo menggelar lomba pidato wawasan kebangsaan yang diikuti oleh orang siswa SLTP/MTS dan SLTA/MA se- Kabupaten Probolinggo 
di Gedung Joyolelono. 

Lomba pidato wawasan kebangsaan ini diikuti oleh 102 orang siswa terdiri dari 42 orang siswa tingkat SLTP/MTs dan 60 orang siswa tingkat SLTA/MA se-Kabupaten Probolinggo. 

Dewan juri lomba terdiri dari Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo, Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo dan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Probolinggo.
Lomba pidato tingkat SLTP/MTs dilaksanakan Senin (21/10/2019) dan untuk lomba pidato tingkat SLTA/MA. 

Lomba dilaksanakan dengan 2 (dua) tahap, tahap pertama şetelah semua peserta selesai melaksanakan pidato, maka panitia akan mengumumkan 5 (lima) peserta dengan nilai tertinggi yang akan dilombakan lagi pada tahap kedua sebagai penentuan pemenang dengan nilai tertinggi dari 5 (lima) peserta.

“Lomba pidato wawasan kebangsaan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelajar tentang peranan generasi muda sebagai pelopor persatuan dan kesatuan bangsa dalam kebhinekaan,” kata Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto.

Dalam pelaksanaan lomba pidato wawasan kebangsaan tahun 2019 ini, peserta mengambil undian yang sudah disiapkan panitia yang berisi judul pidato yang akan dibawakan oleh peserta lomba. Judul pidato yang dapat dipilih meliputi Bhineka Tunggal Ika, Bela Negara, Wawasan Kebangsaan, Bahaya Narkoba Bagi Generasi Muda dan Cinta NKRI. 

“Setiap peserta berpidato dengan durasi minimal 6 menit dan maksimal 7 menit tanpa teks,” jelas Ugas.

Peserta yang tampil pertama langsung diundi oleh Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto. Setelah selesai berpidato peserta pertama akan mengambil undian untuk peserta kedua dan begitu seterusnya.

“Cara ini dilakukan supaya peserta tidak kemana-mana dan tetap siap di tempatnya. Karena peserta yang dipanggil sampai tiga kali belum tampil akan dinyatakan gugur,” tegasnya.

Menurut Ugas, dalam lomba pidato wawasan kebangsaan ini kriteria dan bobot penilaian meliputi penguasaan materi /judul (pemahaman materi judul), muatan lokal (korelasi judul dengan kondisi di Kabupaten Probolinggo), adab/kesopanan (sikap, perilaku dan etika pada saat berpidato), penggunaan bahasa (penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar), kerapian (kerapian dalam berpakaian dan penampilan), vokal (intonasi saat membawakan pidato), irama (seni irama berpidato) dan gesture (bahasa tubuh, mimik).

“Rekap hasil nilai peserta langsung ditampilkan di layar sehingga dapat diketahui langsung oleh peserta lainnya. Melalui kegiatan ini kami berharap mampu menciptakan generasi muda yang tanggap terhadap situasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” harapnya.


Kontributor : Ubaidillah
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar