SUARA JATIM POST
Banner

1.454 Angka Perceraian di Sampang, Didominasi Perselisihan Rumah Tangga

SAMPANG – Angka perceraian di Kabupaten Sampang mengalami peningkatan, tak tanggung – tanggung hingga akhir September 2020 mencapai 1.454 kasus.

 

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Sampang (PA) Nurkholis mengatakan bila dari 1.454 kasus perceraian, 1.288 telah diputus dan resmi bercerai.

 

“Rincian selama Januari sebanyak 234 kasus, Februari tercatat ada 300 kasus, Maret sebanyak 119 kasus, lalu di bulan April ada 87 kasus, sedangkan pada bulan Mei hanya 44 kasus,” ujar Nurkholis pada Jumat (23/10/2020).

 

Sementara itu kasus perceraian di Juni lanjut Nurkholis, terdapat 199 perceraian, bulan Juli 155 kasus, Agustus 155 kasus dan September sebanyak 161 kasus.

 

Faktor ekonomi menjadi yang mendominasi faktor perceraian. Sedangkan sisanya dikarenakan adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), suami dihukum penjara, cacata badan atau impotensi, pertengkaran terus menerus yang terjadi, kawin paksa, hingga berujung tak diberi nafkah.

 

“Dan yang paling dominan dalam kasus perceraian ini akibat perselisihan dan pertengkaran di rumah tangga mencapai 858 kasus, dan faktor ekonomi sebanyak 94 kasus, kemudian meninggalkan salah satu pihak sebanyak 32 kasus,” tukasnya.

 

Perlu diketahui perkara yang sudah diputus terdapat 1.288 perempuan dan yang sudah resmi berstatus Janda, sedangkan untuk perkara yang sudah diminutasi sebanyak 1.348.

Apa Reaksi Anda?