SUARA JATIM POST
Banner

LSM LIRA Kabupaten Lumajang Soroti Bantuan BLT UMKM

LUMAJANG - Bantuan langsung tunai (BLT) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tahap pertama di Kabupaten Lumajang, sebanyak 2115 penerima.

Namun hal tersebut menjadi sorotan LSM LIRA Kabupaten Lumajang, karena banyak nama ganda dan lamanya proses pencairannya.

Ada yang telah disalurkan dari pemerintah pusat melalui transfer bank, sejak bulan Agustus dan September 2020 lalu, namun sampai dengan hari ini tak kunjung diterima.

"Laporan dari para penerima sangat bervariasi, ada yang mudah pencairannya, dan banyak pula yang sangat lama prosesnya," kata Bupati LSM LIRA Kabupaten Lumajang, Angga Dhatu Nagara kepada media ini.

Bantuan yang memiliki nominal sebesar Rp 2,4 juta setiap penerima ini, kata Angga, selain ada nama ganda juga nomor rekeningnya sama persis dengan penerima lainnya. 

"Semisal Si A mendapat rekening 001001002, dan Si B dikasih nomor rekening 001001002, persis kan?" terangnya.

Hal seperti itu, harusnya tidak terjadi. Sebab nama dan NIK berbeda, tapi nomor rekening tidak boleh sama harus berbeda juga.

Kalau terkait dengan tidak semua dari jumlah tersebut tidak dapat menggunakan bantuan sepenuhnya, namun kata pria berambut gondrong ini, untuk di Kabupaten Lumajang belum ada laporan dari beberapa UMKM yang bantuannya dipotong oleh pihak bank.

Angga juga mengaku, didatangi oleh sejumlah pelaku UMKM ke kantornya karena mereka tidak bisa mencairkan bantuan dananya.

"Kemarin ada pelaku UMKM yang datang ke kantor, ia menanyai mengenai bantuan itu, kenapa kok lama sekali prosesnya?" katanya lagi.

Seperti dikutip dari dorronlinenews.com ada keluhan yang dialami oleh salah satu pelaku UMKM, Dafid Asari. Yang dia sempat mengadukan bahwa dia selaku pemilik Rek BRI atas nama Dafid Asari dan menerima bukti angka Rp 2,4 juta bantuan UMKM-BPUM.

"Sudah nyata atas dasar terima SMS lengkap dengan kode TRX dari BRI beserta angka Rp 2,4 juta, namun di BRI banking belum muncul angka nilai uang tersebut," ujarnya. 

Dikatakan Dafid, bahwa dirinya sudah konfirmasi kepada pihak BRI, alasan dipending uang fisiknya, karena ditarik lagi oleh kementerian koperasi.

Terkait hal tersebut Kabid Usaha Mikro Dinas Koperasi Usaha Mikro Kabupaten Lumajang, Imron Rosadi, saat dikonfirmasi kepada awak media mengatakan, bahwa perlu dipahami kalau proses tersebut belum selesai masih terus berlanjut. 

“Karena memang begitu banyaknya yang perlu diverifikasi, maka ada langkah yang diambil oleh kementerian itu dengan memasukkan dana itu ke rekening dulu. Dimasukkan ke dalam rekening sambil menunggu proses verifikasi, ketika dana itu selesai verifikasi maka dana itu bisa dicairkan dibuka blokirnya oleh bank. Tapi ketika proses itu belum selesai, maka blokir ini masih belum bisa dibuka," ujar Imron.

Masih kata Imron, bank itu memberikan kode, kalau kodenya HG itu berarti blokirnya bisa dibuka, dan langsung bisa dibayarkan. 

Tapi kalau kodenya MG menurut bank BRI, kata Imron harus menunggu proses verifikasi selesai dulu. Bisa jadi ketika dalam proses verifikasi ini selesai, maka bisa diputuskan layak mendapatkan maka langsung dibuka. 

"Biasanya dua hari itu maksimal bisa dicairkan, tapi ketika dalam verifikasi ini dinyatakan tidak layak, maka dana itu bisa ditarik kembali oleh pusat," tambahnya. 

Kalau dana yang ditarik kembali ke pusat, diutarakan Imron, ada dua kemungkinan, yang pertama memang proses verifikasi itu belum selesai, ada juga verifikasi sudah selesai dianggap tidak layak. Nanti pihak bank yang menjelaskan kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan mereka tidak layak.

"Intinya Kementerian Koperasi pusat bekerjasama dengan pihak bank, jadi bank itu sistemnya seperti itu," pungkasnya. (Fuad)

Apa Reaksi Anda?