SUARA JATIM POST
Banner

Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Pamekasan Diprediksi Meleset dari Target

PAMEKASAN - Aktivis Central Kreasi Aspirasi Muda Pamekasan (Cekam-P) Indra X memprediksi pekerjaan proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Jalan Dirgahayu Gg I A, Kelurahan Bugih, Kabupaten Pamekasan, akan meleset dari target.

Hal itu dikarenakan proyek program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan pengairan masih selesai 0,99 persen.

Oleh karena itu, Indra X memprediksi pihak ketiga tidak bisa menyelesaikan tander sesuai waktu yang ditentukan.

"SPK (Surat Perintah Kerja) tertanggal 28 Agustus sampai tanggal 25 Desember 2020. Sementara saat ini hanya mencapai 0,99 persen, tahap penggalian," kata Indra X.

Seharusnya, kata dia, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan memastikan kesanggupan dan kesiapan pihak kontraktor.

Dengan begitu, sekiranya pihak pelaksana dirasa tidak mampu mengerjakan sesuai deadline bisa diganti ke yang lebih sanggup.

"Hingga detik ini masih mencapai 0 persen, bisa dikatakan terkesan dipaksakan. Kami prediksi molor," paparnya.

Selain itu, Indra X menyinggung soal tidak dipasangnya papan nama/plang proyek proyek. Ia memaparkan bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan proyek negara, papan proyek diharuskan ada pada lokasi pekerjaan.

"Bagi pihak rekanan yang tidak memasang papan plang proyek, itu merupakan proyek siluman dan melanggar Kepres serta UU KIP yang ada. Kalau tidak ada papan proyeknya ya pastinya ilegal dan dalam hal ini pengawas atau pihak terkait harus menghentikan proyek ini sampai ada kejelasan," tegasnya.

Ia juga membahas sisa anggaran yang mencapai Rp 400 jutaan. Menurutnya, dari pagu anggaran sebesar Rp 1,6 miliar, ditawar senilai 1,2 miliar.

"Penghematan cukup besar. Hanya saja, jika tawaran deal seperti itu, besar kemungkinan pekerjaan tidak akan maksimal. Toh nantinya, jika tidak maksimal pasti warga sekitar yang akan dirugikan," paparnya.

Sementara itu, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Dinas PUPR Pamekasan Ika Agustinah, hendak dimintai keterangan tidak ada di kantornya. Bahkan, didatangi dua kali tidak ada.

Hanya saja, sebelumnya Ika mengimbau crew suarajatimpost.com untuk meminta izin ke Kepala Dinas PUPR jika ingin mendapatkan keterangan darinya. "Silahkan langsung ka kadis dulu mas," ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, masih belum diketahui pasti berapa nominal anggaran dan CV pemenang tander.

Apa Reaksi Anda?