default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

TNI AL Monumenkan Pesawat 'Legendaris' Nomad

TNI AL Monumenkan Pesawat 'Legendaris' Nomad
Peristiwa Nasional
Monumen pesawat Nomad di Lanudal Juanda
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

SIDOARJO - Muncul perintah bertingkat di lingkungan TNI Angkatan Laut tentang pembuatan monumen salah satu pesawat tempur legendaris. 

Melaksanakan arahan Danpuspenerbal Laksamana Edwin, maka Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut Muhammad Tohir memerintahkan Kasatfaslan Lanudal Juanda Mayor Laut Elia Grestian untuk membangun monumen Pesawat Nomad buatan Australia tahun 1980.

"Danpuspenerbal Laksma Edwin sempat terfikirkan dibenaknya bahwa apa yang dapat menjadi capture atau ciri khas Bandara Juanda  ini. Pasalnya, banyak orang mengira Bandara Juanda ini dimiliki oleh Auri dan Angkasa Pura", tutur Kasatfaslan Lanudal Juanda Mayor Laut Elia Grestian kepada suarajatimpost.com, Jum'at (7/11/2019).

Sebenarnya pangkalan udara Juanda milik TNI AL yang terbesar di Indonesia. Sebab berfungsi sebagai pangkalan induk dari satuan-satuan udara TNI AL seluruh Indonesia.

Ia berharap, bagaimana agar pesawat-pesawat yang ada di Indonesia pada waktu masa kejayaannya agar dikumpulkan menjadi satu. 

Lebih lanjut, Mayor Elia mengatakan, bahwa 
pesawat Nomad yang dijadikan monumen ini merupakan jenis pesawat canggih di zamannya. Pesawat buatan Australia tahun 1980 ini juga pernah digunakan TNI AL saat konflik dengan Timor Leste.

“Saat itu pesawat ini sempat membayangi kapal Portugis. Dari sinilah atas jasa Alutsita TNI AL, pesawat Nomad ini dijadikan sebuah monumen,” ucapnya.

Selain itu, monumen Pesawat Nomad ini di dirikan dalam posisi siap terbang (take off) dan bermanuver dengan kemiringan 18 derajat arah Sidoarjo. Artinya kita dari TNI AL siap menjalankan tugas dan menjaga Sidoarjo,” beber Mayor Elia dengan gaya santai tapi tegas.

Menurut Elia, proses pendirian monumen pesawat Nomad ini memerlukan waktu hingga 37 hari. Mengingat berat mati dari pesawat ini mencapai 2,3 Ton dalam posisi terbang. Sehingga harus memperhitungkan kekuatan konstruksi penyangganya.

“Monumen Nomad ini satu-satunya monumen pesawat di Indonesia yang posisinya siap terbang (take off),” ungkapnya.

Pihaknya berharap dengan adanya monumen pesawat yang telah banyak didirikan di kawasan Pangkalan udara TNI AL bisa menjadi sebuah edukasi bagi masyarakat, khususnya warga Sidoarjo. Dan paham tentang perjalanan sejarah Bandara Juanda yang merupakan pangkalan militer TNI AL satu-satunya terbesar di Indonesia.

Ia (Mayor Elia) menegaskan, Insya Alloh nanti setelah rampung penggarapan monumen ini, akan ada peresmian dari Danpuspenerbal. (az)


Kontributor : Rizal
Editor : Sutrisno
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar