default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Penyidik Polres Jember Ambil Barang Bukti Sebab Ambruknya SDN Keting 2

Penyidik Polres Jember Ambil Barang Bukti Sebab Ambruknya SDN Keting 2
Peristiwa Daerah
Polres Jember mulai penyelidikan di SDN Keting 2 yang ambruk.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JEMBER - Kepolisian Resor Jember mengirim tim penyidik dari Unit Tipikor Satreskrim ke SDN Keting 2 di Kecamatan Jombang, Minggu (15/12/2019).

Dari pantauan media, penyidik membawa kendaraan INAFIS serta melakukan aktivitas olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal membenarkan, bahwa penyidiknya menggelar kegiatan penyelidikan.

"Mengambil sejumlah barang bukti, dan memeriksa konstruksi bangunan serta kerangka atapnya," terang dia kala menghubungi suarajatimpost.com.

Alfian memastikan, nantinya penyebab ambruknya atap akan diperiksa oleh penyidik bersama ahli di bidang konstruksi. 

Sehingga, hasil penyelidikan benar-benar berdasarkan kajian ilmiah dengan perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Semua konstruksi sebelum dibangun kan direncanakan, diukur semua bagiannya," jelasnya. 

Alfian menerangkan, pihaknya telah menjadwalkan pemanggilan kepada rekanan proyek, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), konsultan perencana, dan konsultan pengawas.

"Senin (16/12/2019), mereka semua harus memberi keterangan kepada penyidik," tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jember Edi Budi Susilo menyebut, PPK proyek dijabat Yoyok, sedangkan PPTK dijabat oleh Deni Wijananto.

Deni Wijananto adalah Kepala Bidang Sarana dan Prasarana di Dinas Pendidikan yang juga merangkap jabatan sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Terpadu dan Cipta Karya Jember.

Atap SDN 02 Keting yang ambruk itu merupakan proyek rehab yang digarap oleh CV Ace Mitra Utama. 

Perusahaan milik Arisona Nugroho itu mendapat kontrak senilai Rp297,9 juta dari tender elektronik paket proyek Dinas Pendidikan Jember.

Dalam rentang waktu 105 hari kalender, yakni mulai 30 Agustus sampai dengan 12 Desember 2019 harus menyelesaikan rehab satu gedung untuk dua ruang kelas.

Pada tanggal 25 Nopember 2019, gedung dinyatakan selesai. Kendati masih dilakukan penyempurnaan sampai tanggal 12 Desember.

Hanya selang dua hari dari batas akhir kontrak, terjadilah insiden ambruknya atap di salah satu ruang kelas. 

Arisona Nugroho sebagai kontraktor, hingga kini belum memberikan klarifikasi. 

Yang bersangkutan enggan menerima sambungan telepon juga tidak menjawab pesan singkat upaya meminta konfirmasi.

CV Trias Manunggal Perkasa selaku konsultan yang bertugas mengawasi jalannya proyek. Nomor telepon perusahaan ini dihubungi, namun tidak yang menjawab.


Kontributor : Sutrisno
Editor : Mu'ezul Khoir
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar