SUARA JATIM POST
Banner

Kasus Positif Covid-19 Baru di Jember Melonjak Hingga 107 Pasien

JEMBER – Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jember mulai menunjukkan peningkatan kembali. Hal ini setelah Satgas Penanganan Covid-19 melakukan tracing dari kasus sebelumnya.

 

Juru Bicara Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Gatot Triyono menyatakan ada 107 kasus baru positif Covid-19 baru di hari Kamis kemarin 19 November 2020, sehingga total ada 1.824 pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Hal ini disebut lantaran tim satgas masif dalam melakukan tracing kepada orang – orang yang berkontak erat dengan pasien terpapar Covid-19 sebelumnya.

 

"Tingginya kasus COVID-19 di Jember karena tracing kontak kasus positif, suspek, dan surveilans Influenza Like Illness (ILI) di puskesmas dan surveilans severe acute respiratory infections (SARI) di rumah sakit," paparnya.

 

Menurutnya, dengan adanya tambahan warga yang terpapar virus corona sebanyak 107 kasus baru ini, jumlah kecamatan yang berada di zona merah atau memiliki risiko tinggi dalam penyebaran COVID-19 juga semakin meluas menjadi 10 kecamatan.

 

"Kemarin zona merah ada di delapan kecamatan, namun saat ini menjadi 10 kecamatan, yakni Kecamatan Kalisat, Patrang, Sumbersari, Kaliwates, Rambipuji, Ajung, Jenggawah, Ambulu, Umbulsari, dan Semboro," katanya.

 

Pria yang juga menjabat sebagai Kadiskominfo Jember ini mengatakan, terkait lonjakan yang drastis ini, disebabkan beberapa titik kerumunan dan kurang patuhnya masyarakat menjalankan protokol kesehatan saat keluar rumah.

 

"Banyak kemungkinan, mulai adanya demo UU Cipta Kerja, libur dan cuti bersama, kampanye pilkada, dibukanya tempat wisata, hajatan, proses belajar mengajar tatap muka yang pelaksanaannya tidak mematuhi protokol kesehatan," tuturnya.

 

Karena itu, ia mengingatkan kembali warga agar terus disiplin mematuhi protokol kesehatan, yakni menjaga jarak ketika berada di kerumunan orang, memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah dan rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun.

 

"Selain itu, secara massif juga akan terus dilakukan tracking terkait kontak erat terhadap pasien Covid-19. Juga meningkatkan operasi yustisi yang dilakukan untuk terus memberikan sosialisasi dan himbauan secara terus menerus,” pungkasnya. (Ema Wasta)

Apa Reaksi Anda?