SUARA JATIM POST
Banner

Rugi Rp 667 Juta Beli Masker, Warga Bali Laporkan Pasutri di Kota Batu

KOTA BATU – Sepasang suami istri asal Desa Tlekung, Kota Batu dilaporkan warga Badung, Bali lantaran tertipu membeli masker hingga mengalami kerugian Rp 667 juta.

 

Sepasang suami istri yakni DB dan TAS istrinya, sendiri awalnya bertransaksi pembelian masker dengan I Gusti Ayu Lia Maheswari pada awal Februari 2020 lalu. Ayu panggilannya membeli sebanyak 600 karton atau sebanyak 1,2 juta potong masker kepada DB dan TAS.

 

DB dan TAS menjanjikan kepada Ayu, korbannya untuk mengirim masker – masker ini pada 10 Februari 2020. Namun karena ada alasan tertentu yang membuat pengiriman masker tidak dapat dilaksanakan dan diundur pada 7 Maret 2020.

 

Bahkan pada April 2020 lalu, komunikasi keduanya pun terputus dan sepasang pasutri ini tak bisa dihubungi. Saat ditelusuri Ayu pada Oktober ini ternyata kantor yang dijadikan alamat pada pengadaan masker tersebut, ternyata hanya sebuah home stay yang disewa DB dan TAS.

 

“Tetapi setelah ditunggu masker tidak ada kejelasan dan komunikasi terputus. Mereka pun menghilang. Kantor tersebut ternyata merupakan home stay yang disewa pelaku,” ucap Ayu ditemui media pada Sabtu (17/10/2020).

 

Ayu mengungkapkan, dirinya membutuhkan sebanyak itu untuk keperluan pengadaan barang di Kedubes Tiongkok. Mengingat di Tiongkok kala itu sedang dilanda pandemi Covid-19.

 

Akibat ulah tersangka, dia mengaku tak hanya rugi secara materi, namun moril dan psikis. Karena uang itu murni bukan milik Ayu pribadi. Beberapa di antaranya kepunyaan rekan Ayu.

 

“Sampai rekan bisnis saya menuduh saya penipu dan melaporkan saya ke pihak kepolisian di Bali. Padahal saya juga tertipu, dan semua ini bukan kehendak saya,” sesal Ayu.

 

Dirinya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Batu pada 1 Oktober 2020. Setelah beberapa kali dilakukan penyelidikan penyidik Polres Batu akhirnya menetapkan DB dan TAS sebagai tersangka.

 

Terpisah Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus mengatakan jika kasus ini masih proses penyidikan. Meski begitu, pihaknya tak menahan DB (istri TAS) karena terkonfirmasi positif Covid-19 usai menjalani tes swab.

 

Pihak kepolisian tak mau menanggung resiko penularan kepada tahanan lainnya maupun kepada petugas. DB dilepas agar bisa menjalani isolasi mandiri dengan penjagaan dari instansi terkait. Sedangkan TAS masih belum diketahui keberadaannya. Tersangka ini pun belum masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh petugas.

 

“Belum jadi DPO. Selain itu kami juga sedang memeriksa saksi lainnya yang bisa berpotensi menjadi tersangka,” ujar Jeifson.

 

Pelaku dijerat tindak pidana penipuan yang diatur dalam Pasal 378 KUHP dan tindak pidana penggelapan dalam Pasal 372 KUHP dengan ancaman maksimal penjara selama 4 tahun.

 

Kuasa hukum korban, Sulianto berharap pihak kepolisian bisa segera menindaklanjuti kasus karena sudah keluar SPDP dan menyelesaikan kasus hingga tuntas.

 

“Pendampingan ini agar pelaku segera ditahan dan tersangka kedua segera ditindaklanjuti juga,” tutup Sulianto. (ris)

 

Apa Reaksi Anda?