Produksi Garam Pantai Modangan Ludes Diserbu Pasar, Pemkab Malang Siapkan Tambahan Tunnel Baru

Permintaan garam tunnel di pesisir Donomulyo terus melonjak. Pemkab Malang mulai menyiapkan perluasan produksi demi memenuhi kebutuhan pasar regional.

18 May 2026 - 22:19
Produksi Garam Pantai Modangan Ludes Diserbu Pasar, Pemkab Malang Siapkan Tambahan Tunnel Baru
Bupati Malang HM Sanusi meninjau produksi garam tunnel di Pantai Modangan, Donomulyo, yang kini menjadi salah satu sentra garam unggulan Malang Selatan. (Foto : Hafid/SJP)

MALANG, SJP – Produksi garam tunnel di Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, terus menunjukkan geliat positif. Tingginya permintaan pasar membuat seluruh hasil panen garam yang diproduksi petani setempat langsung terserap tanpa sisa.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Malang menyiapkan rencana pengembangan kawasan produksi garam tunnel di pesisir selatan itu. Bahkan, kapasitas produksi ditargetkan meningkat dua kali lipat pada tahun mendatang.

Bupati Malang, Sanusi, mengatakan produksi garam di Pantai Modangan saat ini telah mencapai sekitar 8 ton setiap bulan. Jumlah itu mengalami peningkatan signifikan dibanding awal pengembangan yang hanya berkisar 1 hingga 2 ton.

“Sekarang produksinya sudah 8 ton per bulan dan semuanya terserap pasar,” ujar Sanusi disela menghadiri panen garam tunnel di Pantai Modangan, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, kenaikan produksi juga diikuti peningkatan nilai jual garam. Jika sebelumnya harga garam hanya berada di kisaran Rp1.500 per kilogram, kini harga jual mencapai Rp3.000 per kilogram.

Dengan capaian tersebut, Desa Sumberoto disebut mampu memperoleh pendapatan puluhan juta rupiah setiap bulan dari sektor produksi garam tunnel.

“Penghasilannya sudah cukup besar karena biaya operasionalnya juga tidak terlalu tinggi,” katanya.

Sanusi menegaskan Pemkab Malang mendatang akan memperluas pengembangan tunnel garam agar produksi bisa meningkat hingga 16 ton per bulan.

Selain penambahan tunnel, pemerintah daerah juga akan membantu kebutuhan sarana penunjang produksi, termasuk perbaikan pompa air laut dan dukungan instalasi listrik.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring, menyebut tingginya minat pasar membuat hasil produksi garam Pantai Modangan selalu habis diserap konsumen.

“Berapa pun produksi yang dihasilkan sekarang langsung terserap pasar. Permintaannya masih sangat besar,” terang Victor.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat 42 tunnel garam yang beroperasi di Pantai Modangan. Rinciannya, 32 tunnel berasal dari bantuan hibah Pemerintah Kabupaten Malang dan 10 tunnel dari bantuan pemerintah pusat.

Victor menambahkan, pihaknya telah diminta mengusulkan penambahan tunnel produksi dalam rencana anggaran tahun 2027 untuk menjawab tingginya kebutuhan pasar.

“Potensinya besar sekali sehingga perlu ada penambahan kapasitas produksi,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow