Sosok Jendral Polisi Lalu Muhammad Iwan, Tersangka Korupsi Ompreng MBG

Modus operandi yang dijalankan adalah dengan mengondisikan pembentukan pihak swasta yang akan bertindak sebagai penyedia barang. Tersangka diduga meminta dua orang saksi berinisial YCS dan RD untuk mendirikan sebuah perusahaan yang kemudian digunakan secara khusus sebagai sarana menjual ompreng dengan harga yang telah ditetapkan sepihak oleh tersangka.

03 Jul 2026 - 10:30
Sosok Jendral Polisi Lalu Muhammad Iwan, Tersangka Korupsi Ompreng MBG
Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan. (Beritasatu.com)

SUARAJATIMPOST.COM – Kejaksaan Agung resmi menetapkan Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan, sebagai tersangka baru dalam penyidikan dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025–2026. 

Penetapan status hukum terhadap perwira tinggi Polri tersebut menggenapkan jumlah tersangka dalam pusaran kasus ini menjadi tujuh orang. 

Usai menjalani pemeriksaan, penyidik langsung melakukan penahanan terhadap tersangka selama 20 hari pertama di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Syarief Sulaeman Nahdi, menyatakan bahwa penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan alat bukti yang cukup. 

Syarief menjelaskan bahwa sebelum menduduki jabatannya saat ini, tersangka sempat memiliki posisi strategis di lembaga tersebut. 

"LMI sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Hukum dan Humas BGN hingga Maret 2025, kemudian dipercaya menjadi sekretaris deputi bidang promosi dan kerja sama," ujar Syarief. 

Dalam konstruksi perkara yang dibangun penyidik, tersangka diduga kuat menyalahgunakan wewenangnya saat menjabat sebagai Kepala Biro Hukum dan Humas untuk mengatur pengadaan wadah makanan (ompreng) bagi calon mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Modus operandi yang dijalankan adalah dengan mengondisikan pembentukan pihak swasta yang akan bertindak sebagai penyedia barang. Tersangka diduga meminta dua orang saksi berinisial YCS dan RD untuk mendirikan sebuah perusahaan yang kemudian digunakan secara khusus sebagai sarana menjual ompreng tersebut dengan skema harga yang telah ditetapkan sepihak oleh tersangka.

Praktik rasuah ini diduga melibatkan kesepakatan pemotongan keuntungan yang bersifat transaksional demi memuluskan persetujuan proyek. 

Syarief Sulaeman Nahdi memaparkan secara rinci mengenai adanya komitmen fee yang melekat pada setiap transaksi pengadaan tersebut. 

"Mendirikan suatu perusahaan dengan tujuan sarana untuk melakukan penjualan alat berupa food tray kepada calon mitra SPPG dengan harga yang sudah ditentukan oleh tersangka LMI. Jadi dalam harga tersebut itu termasuk ada bagian kepada saudara LMI untuk supaya titik tersebut di-approve atau disetujui dengan penjualan ompreng itu," ungkap Syarief.

Kendati demikian, pihak Kejaksaan Agung sejauh ini belum merilis secara resmi total keuntungan yang dinikmati oleh tersangka maupun proyeksi kerugian keuangan negara yang ditimbulkan. 

Penyidik menegaskan bahwa pendalaman aliran dana dan pelacakan aset masih terus berjalan, termasuk menelusuri keterlibatan pihak-pihak lain yang berpotensi ikut bertanggung jawab secara hukum. 

Atas tindakan tersebut, tersangka disangkakan melanggar ketentuan Pasal 12 huruf a, huruf b, atau huruf e Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

Penetapan status hukum ini menjadi titik balik kelam bagi karier Lalu Muhammad Iwan Mahardan yang baru saja memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi. 

Pria kelahiran Nusa Tenggara Barat, 22 Januari 1972, merupakan alumnus Akabri 1994 yang mengawali pengabdian panjangnya di Korps Brimob Kalimantan Barat. 

Rekam jejaknya di korps bhayangkara terhitung panjang dengan menduduki sejumlah posisi teritorial penting, mulai dari Kapolsek Metro Jagakarsa, Kapolsek Metro Kelapa Gading, Kapolsek Metro Penjaringan, Kapolsek Metro Setiabudi, hingga menjabat sebagai Kapolres Dharmasraya di Polda Sumatera Barat.

Selain berpengalaman di jajaran kewilayahan, perwira tinggi yang pernah menempuh pendidikan kedinasan di Italia, Thailand, dan Beijing ini juga sering terlibat dalam agenda strategis nasional maupun internasional. 

Ia pernah dipercaya menjadi liaison officer pada gelaran Asian Games 2018, penghubung Polri untuk KPU RI, hingga terlibat langsung dalam pengamanan Pemilu Jepang pada tahun 2019. 

Kini, setelah lebih dari tiga dekade membina karier di kepolisian dan mengantongi berbagai tanda kehormatan seperti Satyalancana Kesetiaan serta Satyalancana Seroja, Brigjen Lalu Muhammad Iwan harus menghadapi proses peradilan pidana dari balik jeruji besi. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow