Motor Tanpa Nopol Jadi Petunjuk Terbongkarnya Pencurian Jeruk di Turen Malang

Kecurigaan warga terhadap motor tanpa pelat di area kebun mengungkap dugaan pencurian jeruk oleh dua pria asal Dampit di Turen Malang.

18 May 2026 - 22:39
Motor Tanpa Nopol Jadi Petunjuk Terbongkarnya Pencurian Jeruk di Turen Malang
Barang bukti pencurian jeruk di Turen diamankan polisi, mulai karung berisi jeruk hingga motor yang dipakai pelaku beraksi. (Foto : Humaspolres Malang for SJP)

MALANG, SJP – Aksi pencurian buah jeruk di wilayah Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, akhirnya terbongkar setelah warga menaruh curiga terhadap sebuah sepeda motor tanpa pelat nomor yang terparkir di dekat area kebun tebu. Dari kecurigaan itulah, dua pria diduga pelaku pencurian berhasil diamankan aparat kepolisian.

Dua terduga pelaku masing-masing berinisial JV (34) dan RW (18), warga Desa Jambangan, Kecamatan Dampit. Keduanya diamankan jajaran Satreskrim Polres Malang bersama anggota Polsek Turen usai diduga mengambil puluhan kilogram jeruk dari kebun milik warga.

Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat yang resah dengan maraknya pencurian hasil pertanian di kawasan Turen.

“Warga merasa curiga dengan adanya sepeda motor tanpa tanda nomor kendaraan yang diparkir di sekitar lokasi kebun. Setelah dicek bersama-sama, ternyata ditemukan dua orang sedang membawa karung berisi jeruk,” ujar Bambang, Senin (18/5/2026).

Saat diamankan, petugas menemukan dua karung berisi jeruk dengan total berat sekitar 53 kilogram. Polisi juga menyita satu unit sepeda motor serta sejumlah perlengkapan yang diduga dipakai untuk menjalankan aksi pencurian.

Dari hasil pemeriksaan awal, hasil kebun yang diambil itu diduga akan dijual untuk memperoleh keuntungan pribadi. Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya lokasi pencurian lain yang berkaitan dengan kedua pelaku.

Salah satu terduga pelaku, yakni JV, diketahui pernah menjalani hukuman penjara dalam perkara pencurian pada 2023 silam. Fakta tersebut membuat polisi memperluas penyelidikan untuk menelusuri kemungkinan aksi serupa yang pernah dilakukan.

Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Saat ini kedua pelaku beserta barang bukti masih menjalani proses penyidikan di Polsek Turen.

“Pengembangan terus dilakukan untuk memastikan ada tidaknya keterlibatan pelaku dalam kasus lain,” pungkas Bambang. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow