Dukung Pengembangan Fasilitas Layanan Haji, Pemkab Kediri Persiapkan Lahan 65 Hektar

Pemerintah Kabupaten Kediri optimis Bandara Internasional Dhoho dapat mulai beroperasi sebagai embarkasi haji pada tahun 2027.

02 Jul 2026 - 22:35
Dukung Pengembangan Fasilitas Layanan Haji,  Pemkab Kediri Persiapkan Lahan 65 Hektar
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa ( foto : istimewa)

KEDIRI, SJP - Pemerintah Kabupaten Kediri serius mempersiapkan diri sebagai embarkasi haji pada tahun 2027. Persiapan baik untuk jangka pendek dan jangka panjang, dilakukan untuk mendukung hal tersebut. 

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa, menuturkan berbagai infrastruktur penunjang saat ini terus disiapkan. Mulai dari jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, hingga akses tol menuju Bandara Dhoho yang ditargetkan selesai pada akhir 2026.

Selain akses transportasi, layanan kesehatan di sekitar kawasan bandara juga mulai dipersiapkan untuk mendukung pelayanan jemaah haji.

“Dalam jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Kediri bahkan menyiapkan lahan seluas 65 hektare yang berada sekitar satu kilometer dari Bandara Dhoho untuk mendukung pengembangan fasilitas pelayanan haji,” ujar Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, Kamis (2/7/2026). 

Pemerintah Kabupaten Kediri optimis Bandara Internasional Dhoho dapat mulai beroperasi sebagai embarkasi haji pada tahun 2027. Dukungan akomodasi juga telah disiapkan dengan sekitar 10 hotel di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri yang kapasitasnya mencapai 748 kamar.

Sebelumnya pada Rabu (1/7/2026) Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. 

Rapat tersebut membahas kesiapan teknis dan operasional embarkasi haji, mulai dari infrastruktur bandara, aksesibilitas, kebutuhan sumber daya manusia, hingga skema operasional penerbangan dan mitigasi risiko.

Dalam pembahasan itu, Bandara Dhoho menjadi salah satu opsi embarkasi haji bagi sekitar 10 hingga 12 kabupaten/kota di wilayah Mataraman. Dalam kesempatan itu, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan penambahan embarkasi harus mengutamakan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi pelayanan jemaah.

"Kesiapan sarana prasarana, SDM, regulasi, hingga simulasi operasional menjadi hal penting sebelum embarkasi baru mulai dioperasikan," ungkapnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow