Sedekah Laut 15 Suro di Pantai Pasir Panjang Malang Jaga Warisan Budaya Pesisir
Tradisi tahunan Sedekah Laut di Pantai Pasir Panjang kembali menyatukan masyarakat pesisir dalam doa, budaya, kebersamaan, dan pelestarian warisan leluhur yang terus hidup.
MALANG SJP – Ombak Pantai Pasir Panjang, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, berpadu dengan lantunan doa yang dipanjatkan ribuan warga pada Rabu (1/7/2026). Bertepatan dengan 15 Suro dalam penanggalan Jawa Aboge yang beriringan dengan malam purnama, masyarakat pesisir kembali menggelar Sedekah Laut, tradisi tahunan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Sejak pagi, kawasan pantai dipenuhi masyarakat, nelayan, pelaku usaha, hingga wisatawan yang ingin menyaksikan prosesi adat. Di antara hamparan pasir dan birunya laut selatan, warga berkumpul bukan sekadar untuk menyaksikan sebuah ritual, tetapi merawat nilai gotong royong, kebersamaan, serta rasa syukur yang telah lama menjadi denyut kehidupan masyarakat pesisir.
Ketua Panitia Sedekah Laut, Teguh Pitono, mengatakan tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, keselamatan, dan keberkahan yang diterima masyarakat selama setahun terakhir.
"Melalui Sedekah Laut ini kami memanjatkan doa agar pada tahun mendatang Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, memberikan perlindungan, melancarkan rezeki dan usaha masyarakat, serta menjauhkan kami dari segala bala dan musibah," ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Menurut Teguh, pelaksanaan Sedekah Laut dilakukan setahun sekali mengikuti penanggalan Jawa Aboge, tepat pada 15 Suro yang bertepatan dengan malam purnama. Momentum tersebut dimaknai sebagai waktu untuk bersyukur sekaligus menjaga tradisi budaya yang diwariskan para leluhur.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan panitia, Kepala Desa, dan unsur pemerintah. Suasana kemudian semakin semarak dengan penampilan kesenian jaranan (kuda lumping) dan bantengan yang tampil secara sukarela sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan tradisi tersebut.
Puncak acara ditandai dengan Larung Sedekah Laut, ketika sesaji diarak menuju laut untuk dilarungkan sebagai simbol rasa syukur atas hasil laut yang telah menjadi sumber penghidupan masyarakat, sekaligus doa agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan saat melaut.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Dansatrad TNI AU 406 Ngliyep Letkol Lek Hendrawan Candra, Sekcam Donomulyo Yulianto, perwakilan Polsek Donomulyo Aiptu Hendri, serta perwakilan Danramil 0818-11 Donomulyo Serda Dwi Arno. Hadir pula Kepala Desa Kedungsalam Misdi, Ketua KTH Donomulyo Arifin, Paguyuban Purwo Laras, Paguyuban Pedagang, Paguyuban Nelayan Pantai Ngliyep, serta tokoh masyarakat setempat.
Kepala Desa Kedungsalam, Misdi, mengatakan larung sesaji merupakan tradisi turun-temurun yang terus dijaga keberlangsungannya oleh masyarakat.
"Tradisi ini bukan hanya sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarwarga, nelayan, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat di kawasan wisata Pantai Pasir Panjang," tuturnya.
Di tengah berkembangnya kawasan wisata pesisir selatan Kabupaten Malang, Sedekah Laut tetap menjadi penanda bahwa kemajuan tidak harus menghapus akar budaya. Justru melalui tradisi inilah masyarakat menjaga keseimbangan antara nilai spiritual, kebersamaan, dan pelestarian kearifan lokal yang terus hidup di tengah zaman. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

