Tulungagung Distorsi Diklaim Jadi Festival Rock Metal Pertama, Hadirkan 21 Band hingga Power Metal dan Marjinal
Festival ini menghadirkan band legendaris Power Metal dan Marjinal sebagai bintang tamu, serta sejumlah band lain seperti Kill Harmonik (Kediri), Santet (Purwokerto), Batu Nisan (Pemalang), Immortal Rites (Kediri), Petani Gila (Bekasi), Numani (Surabaya), Balakosa (Tulungagung), Tikungan Tajam (Trenggalek), hingga Sidemkayon (Trenggalek).
TULUNGAGUNG, SJP - Komunitas musik cadas di Kabupaten Tulungagung menggelar Tulungagung Distorsi, sebuah festival yang diklaim sebagai ajang band rock dan metal pertama di daerah tersebut.
Acara yang berlangsung di GOR Lembu Peteng, Sabtu (27/6/2026), sejak siang hingga malam itu menghadirkan 21 band dari berbagai subgenre rock dan metal, baik lokal maupun luar daerah.
Festival ini menghadirkan band legendaris Power Metal dan Marjinal sebagai bintang tamu, serta sejumlah band lain seperti Kill Harmonik (Kediri), Santet (Purwokerto), Batu Nisan (Pemalang), Immortal Rites (Kediri), Petani Gila (Bekasi), Numani (Surabaya), Balakosa (Tulungagung), Tikungan Tajam (Trenggalek), hingga Sidemkayon (Trenggalek).
Ketua panitia penyelenggara Tulungagung Distorsi, Andi Mahifal, mengatakan festival tersebut lahir dari keresahan para pegiat musik metal di Tulungagung yang selama ini belum memiliki wadah untuk berkumpul dan menampilkan karya.
"Awalnya Tulungagung Distorsi ini sebenarnya berangkat dari keisengan teman-teman pecinta musik metal dari berbagai genre. Tetapi kemudian muncul keresahan, kenapa di Tulungagung belum ada event yang bisa mewadahi musik rock dan metal," ujarnya.
Menurut Andi, selama ini festival musik rock dan metal berskala besar lebih banyak terpusat di Surabaya. Sementara di wilayah Karesidenan Kediri, termasuk Tulungagung, belum ada agenda rutin yang secara khusus mengangkat musik cadas.
"Kami ingin menunjukkan bahwa musik metal itu memiliki banyak genre dan komunitasnya juga hidup. Harapannya, acara ini bisa menjadi event tahunan," katanya.
Lebih jauh, pihaknya berharap Tulungagung Distorsi mampu berkembang menjadi agenda rutin yang dapat mengangkat nama Tulungagung sebagai salah satu barometer musik rock di wilayah selatan Jawa Timur.
"Harapan kami ke depan festival ini terus berlanjut dan bisa menjadikan Tulungagung sebagai barometer musik rock Jawa Timur bagian selatan," tambahnya.
Sebanyak 21 band dijadwalkan tampil sepanjang acara. Panitia menargetkan sedikitnya dua ribu penonton hadir meramaikan festival tersebut.
Andi menyadari bahwa pasar musik rock dan metal memang tidak sebesar genre musik populer lainnya. Meski demikian, panitia tetap optimistis antusiasme penikmat musik cadas akan memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan festival perdana ini.
"Peminat musik rock dan metal memang relatif minoritas. Kami tidak berandai-andai akan seramai konser musik populer pada umumnya, tetapi kami tetap optimistis komunitas ini masih hidup dan akan mendukung acara ini," jelasnya.
Untuk menjamin keamanan selama kegiatan berlangsung, panitia telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Polres maupun Polsek Tulungagung Kota. Mereka juga telah menyiapkan pengamanan agar acara berjalan aman dan tertib," katanya.
Sementara itu, personel Power Metal, Ipunk, memastikan grupnya telah melakukan persiapan maksimal untuk menghibur penonton di Tulungagung.
"Kami berusaha semaksimal mungkin dan mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik untuk semua yang datang menonton," ujarnya.
Power Metal menyiapkan sekitar 10 lagu untuk dibawakan. Namun, menyesuaikan durasi penampilan selama 45 menit, band tersebut memperkirakan hanya akan membawakan sekitar delapan lagu.
"Kami sudah menyiapkan 10 lagu, tetapi kemungkinan maksimal sekitar delapan lagu yang bisa dimainkan sesuai durasi," kata Ipunk.
Ia mengakui persiapan fisik juga menjadi perhatian mengingat usia para personel yang sudah tidak muda lagi.
"Persiapan khususnya lebih banyak istirahat. Mengingat usia juga, kami harus sadar diri supaya tetap tampil maksimal," ujarnya sambil tersenyum.
Dalam kesempatan itu, Ipunk mengajak masyarakat Tulungagung untuk mendukung penyelenggaraan festival tersebut sebagai momentum kebangkitan musik rock di daerah.
"Semoga masyarakat Tulungagung bisa mendukung Tulungagung Distorsi. Mari bersatu dalam musik rock dan semoga ini menjadi titik kebangkitan musik rock di Tulungagung," ucapnya.
Ipunk juga memberikan pesan kepada musisi-musisi muda agar terus berkarya dan terbuka terhadap kritik.
"Tetap berkarya, jangan pernah lelah belajar, dan selalu terbuka terhadap kritik. Kritik itu akan menjadi jalan untuk kemajuan kita. Yang penting selalu open minded," pesannya.
Power Metal juga menyiapkan kejutan dalam penampilannya. Selain tampil bersama vokalis Faiz, grup tersebut akan menghadirkan mantan vokalis mereka, Arul, sebagai penampil tamu (featuring) di atas panggung. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

