Latihan Terjun Payung Kopasgat Hebohkan Warga Tulungagung
Latihan terjun payung ini menjadi hiburan tak terduga bagi warga Desa Sodo dan sekitarnya. Selain menunjukkan ketangkasan prajurit Kopasgat, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
TULUNGAGUNG, SJP - Warga Desa Sodo, Kecamatan Pakel, Tulungagung, Selasa (4/11/2025) siang dibuat heboh dengan aksi para prajurit TNI Angkatan Udara dari Kopasgat yang melakukan latihan terjun payung di lapangan desa setempat.
Suasana yang biasanya tenang mendadak ramai, ratusan warga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tumpah ruah ke area sekitar lapangan untuk menyaksikan momen langka itu.
Sekira pukul 10.30 WIB, suara pesawat terdengar menderu di langit Tulungagung. Dari kejauhan, pesawat tersebut tampak berputar di atas area persawahan sebelum akhirnya sepuluh penerjun Kopasgat keluar satu per satu, melayang di udara dengan parasut. Warga langsung bersorak kagum, banyak yang mengabadikan momen itu lewat kamera ponsel.
Delapan penerjun berhasil mendarat mulus di tengah lapangan yang sudah ditandai sebagai area pendaratan. Namun dua lainnya sedikit meleset dan akhirnya mendarat di sawah sekitar. Setelah seluruh personel yang lengkap dengan senapan serbu mendarat, mereka langsung membentuk formasi tempur.
Beberapa warga yang terlalu antusias sempat mencoba mendekat, tapi segera dihalau oleh anggota TNI yang berjaga demi keamanan.
Salah seorang warga Desa Sodo, Indah Widiastuti, mengaku terkesan melihat langsung latihan terjun payung untuk pertama kalinya.
“Saya tadi lihat latihan terjun payung dari TNI Angkatan Udara. Senang sekali, rasanya bangga desa saya dikunjungi. Ini jadi hiburan untuk masyarakat di sini, semoga nanti ada lagi,” katanya dengan antusias.
Indah bercerita, momen paling berkesan baginya justru saat salah satu penerjun mendarat di sawah tak jauh dari tempat ia berdiri.
“Tadi ada yang mendarat di sawah, pas dekat saya. Saya sempat bilang ke penerjunnya, ‘Semangat, Mas! Tidak apa-apa, aman!’” ujarnya sambil tertawa.
Ia mengaku kasihan terhadap prajurit yang mendarat di sawah. Menurut Indah prajurit tersebut sempat terlihat kebingungan ketika hendak keluar dari sawah menyusul rekan-rekannya yang sudah berada di lapangan.
"Ya, saya tetap memberi semangat. Karena memang sering sekali ya tujuan itu tidak sesuai dengan harapan, seperti itu," tuturnya.
Ia mengaku aksi para prajurit itu menunjukkan sisi lain dari kedekatan antara TNI dan masyarakat.
“Yang menarik itu ya kedekatan mereka. Dari jauh mau datang ke desa, latihan di sini, bukan di sekitar markasnya. Rasanya seperti ada perhatian khusus buat masyarakat,” ungkapnya.
Meski beberapa penerjun sempat meleset dari titik sasaran, warga tetap tampak menikmati pertunjukan langka tersebut. Anak-anak bersorak, orang dewasa bertepuk tangan, dan suasana lapangan berubah jadi ajang tontonan ramai penuh tawa.
Indah pun berharap kegiatan serupa bisa digelar lagi.
“Sayangnya tadi belum ada yang tepat pas di sasaran, tapi semoga nanti ada lagi latihan seperti ini. Seru banget pokoknya,” pungkasnya.
Latihan terjun payung ini menjadi hiburan tak terduga bagi warga Desa Sodo dan sekitarnya. Selain menunjukkan ketangkasan prajurit Kopasgat, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, sesuatu yang tak hanya menegangkan, tapi juga menghangatkan suasana desa. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

