Ditinggal Tidur Usai Bakar Sampah, Kandang Milik Lansia di Rejoso Nganjuk Ludes Dilalap Api

Kandang ternak milik Mbah Rakimun (85) di Desa Mojorembun, Rejoso, Nganjuk, hangus terbakar setelah api dari pembakaran sampah yang ditinggal tidur menjalar. Kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta tanpa korban jiwa.

20 Jul 2026 - 22:29
Ditinggal Tidur Usai Bakar Sampah, Kandang Milik Lansia di Rejoso Nganjuk Ludes Dilalap Api
Petugas Damkar saat tiba dilokasi (Foto Humas From SJP)

NGANJUK,SJP – Akibat kelalaian membakar sampah tanpa pengawasan, sebuah kandang ternak milik warga lanjut usia (lansia) ludes terbakar. Peristiwa ini menimpa Mbah Rakimun (85), seorang warga  RT 3 RW 1, Dusun Mojorembun, Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, pada Senin (20/7/2026) siang.

Insiden kebakaran ini bermula saat Mbah Rakimun membakar tumpukan sampah di area dekat kandang miliknya. Didukung oleh cuaca yang cerah dan hembusan angin yang cukup kencang, api dengan cepat membesar tanpa disadari oleh pemilik rumah yang saat itu langsung ditinggal tidur setelah membakar sampah.

Selang beberapa menit kemudian, kobaran api mulai menjalar dan langsung melumat bangunan kandang. Beruntung, salah seorang warga sekitar melihat kepulan asap dan kobaran api tersebut, lalu dengan sigap berinisiatif menghubungi pihak pemadam kebakaran melalui Call Center Damkar Nganjuk.

Mendapat laporan masuk pada pukul 14:56 WIB, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Nganjuk bergerak cepat. Petugas dari Anggota Siaga 1 Pos Bantu Rejoso dengan Armada 04 dan didukung Anggota Siaga 1 Pos Mako dengan Armada 06 langsung meluncur ke lokasi kejadian dan tiba pada pukul 15:05 WIB.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari, membenarkan adanya kronologi kelalaian tersebut.

"Ketika pemilik membakar sampah di dekat kandang tanpa diawasi lalu ditinggal tidur, selang beberapa menit api menjalar ke kandang," ungkap Imam Ashari saat memberikan keterangan.

Beruntung, kepulan asap tebal yang mulai membubung tinggi segera diketahui oleh salah seorang warga sekitar. Menyadari bahaya yang mengancam pemukiman, warga tersebut berinisiatif langsung menghubungi call center Pemadam Kebakaran guna meminta bantuan darurat.

"Ketika ada seorang warga tahu, lalu berinisiatif melaporkan ke pihak Damkar," tambah Imam menjelaskan aksi sigap masyarakat sekitar yang membantu mempercepat penanganan.

Petugas Damkar yang tiba di lokasi segera melakukan analisis situasi dan langsung berjibaku menyemprotkan air untuk melokalisir serta memadamkan kobaran api. Proses pemadaman hingga pembasahan secara total membutuhkan waktu sekitar dua jam, hingga akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 17:02 WIB.

Proses penjinakan api berjalan dengan lancar berkat sinergi dari berbagai unsur di lapangan, antara lain anggota Polsek Rejoso, Babinsa Mojorembun, perangkat desa setempat, serta bantuan gotong-royong dari warga sekitar.

Berdasarkan pendataan petugas di lokasi, dipastikan nihil korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian materiil yang dialami korban akibat runtuhnya bangunan kandang diperkirakan mencapai kurang lebih Rp10.000.000.

Setelah memastikan kondisi benar-benar aman dan melakukan pendataan, petugas Damkar memberikan imbauan tegas kepada korban serta warga sekitar agar lebih waspada dan tidak sekali-kali meninggalkan aktivitas pembakaran sampah dalam kondisi tanpa pengawasan, terlebih di tengah cuaca kering berangin yang rawan memicu bencana kebakaran. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow