Warga Jember Keluhkan Limbah MBG Dibuang Dekat Permukiman, Bau Menyengat hingga Timbulkan Belatung

Warga Dusun Krajan Barat, Desa Candijati, Jember, mengeluhkan limbah sisa Program Makan Bergizi Gratis yang dibuang dekat permukiman. Bau menyengat dan belatung memicu protes, sementara pengelola berjanji mengevaluasi pengelolaan limbah dan berkoordinasi dengan DLH.

20 Jul 2026 - 22:01
Warga Jember Keluhkan Limbah MBG Dibuang Dekat Permukiman, Bau Menyengat hingga Timbulkan Belatung
imbah MBG meresahkan warga permukiman Dusun Krajan Barat, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Foto : Beritasatu.com/SJP)

JEMBER, SJP – Warga Dusun Krajan Barat, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, mengeluhkan pembuangan limbah sisa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan di dekat kawasan permukiman. Limbah berupa sisa makanan basah itu menimbulkan bau menyengat dan memunculkan belatung, sehingga mengganggu kenyamanan serta aktivitas warga.

Lokasi pembuangan limbah berada di lahan yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah-rumah penduduk. Kondisi tersebut membuat aroma tidak sedap mudah menyebar, terutama saat limbah baru dibuang pada sore hari.

Salah seorang warga, Prayogi, mengungkapkan limbah mulai kembali dibuang setelah operasional Program MBG berjalan usai masa libur. Menurutnya, aktivitas pembuangan rutin dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB.

"Gangguannya saat aroma tidak sedap muncul. Teman-teman juga tidak mau main ke sini karena terganggu. Limbah sampah ini dibuang sejak kemarin beroperasi setelah liburan. Biasanya sore dibuang sekitar pukul 16.00," ujarnya kepada wartawan, Selasa (20/7/2026).

Menanggapi keluhan tersebut, Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Candijati, Zainul Arifin, membenarkan bahwa limbah MBG sementara dibuang di lahan milik pribadi.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan inisiatif pengelola sebagai tindak lanjut atas surat edaran Bupati Jember terkait penanganan sampah. Langkah itu diambil agar tempat pembuangan sampah di wilayah Pakusari tidak mengalami kelebihan kapasitas.

"Berangkat dari itu kita punya inisiatif membuang sampah di pekarangan kita sendiri agar tempat pembuangan sampah di Pakusari, Jember, tidak overload. Rencananya lokasi itu juga akan ditutup kalau limbahnya sudah penuh," jelas Zainul.

Meski demikian, Zainul memastikan pihaknya akan mengevaluasi sistem pengelolaan limbah setelah adanya protes dari warga. Pengelola juga berencana berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember serta Satuan Tugas MBG untuk mencari solusi yang lebih tepat.

"Ke depan kita akan koordinasi dengan DLH dan juga Satgas MBG untuk menentukan penanganannya seperti apa," pungkasnya. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber : Beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow