Muktamar NU ke-35 di Jombang Miliki Nilai Strategis, Kaum Nahdliyin Butuh Adaptif
Dinamika ekonomi, sosial, budaya, politik dan geopolitik dunia menuntut kalangan Nahdliyin untuk lebih adaptif dengan berbagai keadaan yang berkembang.
JOMBANG, SJP - Nahdlatul Ulama (NU) genap berusia 1 Abad di tahun 2026 ini sejak kali pertama didirikan oleh tokoh-tokoh Islam pada tahun 1926. Usia yang cukup matang bagi organisasi Islam dengan keanggotaan lebih dari seratus juta orang itu untuk menyambut babak Abad baru.
Dinamika ekonomi, sosial, budaya, politik dan geopolitik dunia menuntut kalangan Nahdliyin untuk lebih adaptif dengan berbagai keadaan yang berkembang.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melihat hal itu. Sebagai pimpinan dari organisasi keagamaan dengan jaringan anggota dalam maupun luar negeri melihat pelaksanaan Muktamar ke-35 di kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang memiliki arti strategis.
Muktamar ke-35 pada bulan Agustus 2026 mendatang akan berlangsung pada momen organisasi memasuki gerbang abad kedua NU. Perubahan nasional dan global dewasa ini telah menghadirkan tantangan baru yang menuntut kalangan Nahdliyin mengambil langkah-langkah lebih adaptif.
"Kita sedang menghadapi perubahan besar. Dunia ke depan tidak lagi sama seperti sebelumnya. Nahdlatul Ulama harus mampu membaca perubahan itu agar tetap hadir secara relevan dan memberikan manfaat yang lebih besar," ungkap Gus Yahya dalam pesan ditulis wartawan, Senin (13/7/2026).
Gus Yahya mengibaratkan perubahan dewasa ini seperti usai terjadinya wabah COVID-19 yang melahirkan kebiasaan baru. Demikian juga perubahan yang timbul akibat konflik geopolitik global tentu akan melahirkan konstruksi baru yang mesti dipahami seluruh elemen. Untuk itulan pelaksanaan Multamar nanti tidak hanya memilih pimpinan, tapi lebih jauh bisa melahirkan rumusan strategis untuk keberlangsungan NU kedepan.
"Yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana Nahdlatul Ulama mampu menempatkan diri secara tepat di tengah perubahan dunia, sehingga manfaatnya semakin nyata bagi masyarakat Indonesia maupun dunia internasional," bebernya.
Gus Yahya berharap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan KH Abdul Wahab Hasbullah dan para muassis NU terus menjadi pijakan dalam setiap kebijakan yang akan dihasilkan forum tersebut.
"Semoga seluruh keputusan yang lahir nanti benar-benar menjadi landasan bagi masa depan Nahdlatul Ulama yang semakin kuat, semakin bermanfaat, dan membawa keberkahan bagi umat," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

