Kisah Tragis Wanita di Malang, Tertipu Pernikahan dengan Pasangan yang Menyamar

Korban, Intan Anggraeni (28), warga Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, mengungkapkan bahwa tabir rahasia identitas asli pasangannya baru tersingkap pada malam pertama usai pernikahan yang berlangsung pada 3 April 2026.

09 Apr 2026 - 09:00
Kisah Tragis Wanita di Malang, Tertipu Pernikahan dengan Pasangan yang Menyamar
Ilustrasi seorang istri kaget di malam pertama pernikahannya saat mengetahui sang suami adalah seorang perempuan. (Ai/SJP)

MALANG, SJP — Seorang wanita di Kota Malang, Jawa Timur, terpaksa menelan pil pahit, yang ternyata bukan suplemen penambah stamina, setelah menjadi korban penipuan pernikahan. 

Ia menikah secara siri dengan oknum yang mengaku pria, namun belakangan terungkap bahwa pasangannya adalah sesama perempuan. 

Kasus salah spesifikasi ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan kini masuk tahap penyelidikan.

Korban, Intan Anggraeni (28), warga Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, mengungkapkan bahwa tabir rahasia identitas asli pasangannya baru tersingkap pada malam pertama usai pernikahan yang berlangsung pada 3 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa kecurigaan muncul saat pasangannya menggunakan alat menyerupai alat kelamin buatan ketika hendak berhubungan.

Intan mengatakan bahwa pertama kali mengenal pelaku yang menggunakan nama Rey alias Yubi, warga Kota Batu, pada Februari 2026 di sebuah kafe. 

Selama masa perkenalan hingga menikah, ia sama sekali tidak mencurigai identitas pelaku.

Setelah mengetahui fakta yang membagongkan tersebut, Intan segera melapor kepada orang tuanya. 

Pihak keluarga kemudian memastikan kebenaran identitas pelaku dan memintanya segera angkat kaki dari rumah.

Tak hanya kehilangan status istri, Intan mengaku mendapat ancaman dan teror dari pelaku, termasuk dugaan ancaman penculikan melalui pesan WhatsApp. Hal ini memicu keluarga untuk mengambil langkah hukum.

Pendamping korban, Eko NS, menyampaikan bahwa laporan yang diajukan tidak hanya terkait ancaman, tetapi juga dugaan pemalsuan dokumen oleh pelaku. 

Selain itu, korban sempat diajak ke Kamboja, sehingga muncul kekhawatiran adanya indikasi tindak perdagangan orang.

Saat ini, pihak Polresta Malang Kota masih melakukan penyelidikan dan terus meminta keterangan dari korban untuk mendalami kasus pria-priaan tersebut. 

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Febiana Dendo Ngara, Mahasiswa Magang Unitri

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow