Menko Pangan Zulhas Sambangi Pesantren Tertua Berusia 257 Tahun di Bondowoso, Berbagi Beras dan Harapan untuk Warga
Menko Pangan Zulkifli Hasan mengunjungi Ponpes Nurul Islam Poncogati, pesantren tertua di Bondowoso berusia 257 tahun, sekaligus menyalurkan beras SPHP kepada 200 warga dan mengajak pemda rutin menggelar pasar murah demi menjaga stabilitas harga pangan.
BONDOWOSO, SJP – Halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Islam Poncogati di Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, tampak lebih ramai dari biasanya, Sabtu (18/7/2026). Di pesantren yang telah berdiri sejak 1769 atau berusia 257 tahun itu, ratusan warga berkumpul dengan wajah penuh harap untuk menerima beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Pesantren tertua di Kabupaten Bondowoso itu menjadi tujuan kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Di tengah bangunan bersejarah yang selama lebih dari dua abad menjadi pusat pendidikan Islam dan pembinaan masyarakat, pemerintah menyalurkan bantuan beras kepada 200 warga sekitar sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan.
Kehadiran Zulhas disambut hangat oleh Pengasuh Ponpes Nurul Islam Poncogati KH Mas Abdul Mu'is As'ad, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, keluarga besar Ponpes Jhegeteh, para santri, serta masyarakat yang telah menunggu sejak pagi.
Bagi warga, bantuan beras bukan sekadar komoditas pangan. Di tengah naiknya harga kebutuhan pokok, bantuan tersebut menjadi harapan untuk sedikit meringankan pengeluaran rumah tangga. Penyaluran dilakukan secara simbolis sebelum seluruh penerima yang telah terdata memperoleh beras SPHP.
Di hadapan warga, Zulhas menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar pemerintah menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil sehingga tidak membebani masyarakat.
"Atas arahan bapak presiden harus menjaga sembako tidak boleh naik," kata Zulkifli Hasan.
Ia juga meminta pemerintah daerah memperbanyak pelaksanaan pasar murah sebagai salah satu langkah menjaga daya beli masyarakat.
"Nanti Pak Bupati kalau boleh sering-sering bikin pasar murah, nanti Pak Camat juga. Karena sekarang beras mulai pada naik, rata-rata Rp16 ribu sampai Rp17 ribu, kasian rakyat kalau kemahalan harganya," ujarnya.
Menurut Zulhas, keberadaan pasar murah dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjadi instrumen untuk menekan gejolak harga di pasaran.
Pemilihan Ponpes Nurul Islam Poncogati sebagai lokasi penyaluran bantuan juga memiliki makna tersendiri. Berdiri sejak tahun 1769, pesantren ini menjadi saksi perjalanan sejarah Islam di Bondowoso dan hingga kini tetap menjalankan perannya sebagai pusat pendidikan, dakwah, sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Selama lebih dari 257 tahun, Ponpes Nurul Islam Poncogati tidak hanya melahirkan generasi yang mendalami ilmu agama, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat sekitarnya. Karena itu, pemerintah memandang pesantren memiliki posisi strategis dalam mendukung program-program sosial, termasuk penguatan ketahanan pangan.
Melalui penyaluran beras SPHP di lingkungan pesantren bersejarah tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh akses pangan dengan harga yang terjangkau, sementara stabilitas harga beras di pasaran tetap terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

