Dua Pekerja Proyek KDMP di Mojokerto Tersengat Listrik, Satu Tewas

Berdasarkan informasi di lapangan, kedua korban tengah melakukan pemasangan resplang talang berbahan galvalum di ketinggian sekitar lima meter.

09 Apr 2026 - 08:00
Dua Pekerja Proyek KDMP di Mojokerto Tersengat Listrik, Satu Tewas
Tangkapan layar video amatir pekerja proyek KDMP tewas tersengat listrik. (Foto: Istimewa)

MOJOKERTO, SJP– Kecelakaan kerja maut terjadi di proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu (8/4/2026). 

Insiden tersebut merenggut nyawa seorang pekerja dan menyebabkan satu lainnya luka kritis akibat sengatan listrik tegangan tinggi.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan informasi di lapangan, kedua korban tengah melakukan pemasangan resplang talang berbahan galvalum di ketinggian sekitar lima meter. 

Malapetaka terjadi saat tangga scaffolding yang digunakan diduga kuat bersentuhan dengan kabel listrik bertegangan tinggi yang melintas di area depan balai desa setempat.

Sengatan listrik seketika melumpuhkan kedua pekerja. Nasrudin Thoha (55), warga Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, dilaporkan tewas di lokasi kejadian setelah terpental dan terjatuh dari ketinggian. 

Sementara rekannya, Fatchur, mengalami luka bakar serius di bagian kaki dan kepala saat mencoba memberikan pertolongan.

Mustofa, salah satu warga di lokasi kejadian, menuturkan suasana mencekam saat insiden berlangsung. Warga sempat berteriak histeris meminta pihak terkait memadamkan aliran listrik.

"Saya datang lokasi sudah ramai. Listrik sempat mati, awalnya saya kira pemadaman bergilir, ternyata ada kecelakaan ini," ujar Mustofa.

Dikonfirmasi hal itu, Komandan Kodim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Abi Swanjoyo, segera turun ke lokasi untuk memimpin penanganan korban. 

Dalam pernyataan yang diterima media ini, Letkol Abi menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh atas musibah tersebut.

"Setiap hari sudah diberikan arahan terkait keselamatan kerja. Namun kejadian ini merupakan musibah yang tidak dapat diprediksi,” ujarnya.

Kodim 0815 memastikan pemberian santunan kepada keluarga Nasrudin Thoha serta menanggung seluruh biaya perawatan medis Fatchur di rumah sakit hingga pulih.

"Kami pastikan korban mendapatkan haknya. Untuk yang meninggal dunia diberikan santunan, sedangkan korban luka biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya," katanya. 

Dandim menyebut bahwa seluruh tenaga kerja berada di bawah pengawasan tim Kodim dan rutin menerima arahan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Meski menyebut insiden ini sebagai musibah yang tidak terprediksi, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan di lokasi proyek guna mencegah kejadian serupa.

Jenazah Nasrudin Thoha telah dipulangkan ke rumah duka dan dimakamkan pada Rabu sore. Di sisi lain, Fatchur masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow