SC PBNU Tinjau Kesiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang

Dalam kunjungannya, Sabtu (18/7/2026), KH Ahmad Said Asrori bersama rombongan panitia pusat mengecek berbagai titik strategis di kawasan pesantren, termasuk lahan parkir dan area bazar yang saat ini masih dalam tahap akhir pengurukan tanah.

18 Jul 2026 - 20:59
SC PBNU Tinjau Kesiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
Panitia SC PBNU saat meninjau langsung lokasi Muktamar NU-35 di Tambakberas, Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP – Ketua Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU yang juga Katib 'Aam PBNU, KH Ahmad Said Asrori, melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah fasilitas dan infrastruktur yang tengah disiapkan panitia lokal menjelang perhelatan muktamar pada 27-31 Agustus 2026.

Dalam kunjungannya, Sabtu (18/7/2026), KH Ahmad Said Asrori bersama rombongan panitia pusat mengecek berbagai titik strategis di kawasan pesantren, termasuk lahan parkir dan area bazar yang saat ini masih dalam tahap akhir pengurukan tanah. 

Kunjungan ini merupakan bagian dari proses verifikasi kesiapan tuan rumah sebelum menyambut ribuan peserta, peninjau, dan tamu undangan dari seluruh Indonesia dalam forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama tersebut.

Sebelum meninjau lokasi, rombongan panitia pusat terlebih dahulu berziarah ke makam salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah, yang berada di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. 

KH Ahmad Said Asrori menyebut ziarah tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian kunjungan, mengingat Muktamar NU bukan hanya agenda organisasi, melainkan juga kelanjutan perjuangan para muassis NU.

"Kami mengawali dengan ziarah kepada salah satu pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama, yakni Almaghfurlah KH Wahab Chasbullah. Setelah itu kami sowan kepada pengasuh pondok dan melakukan peninjauan langsung kesiapan lokasi muktamar," imbuhnya.

Rombongan selanjutnya bertemu dengan Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum KH Hasib Wahab serta Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh, untuk membahas perkembangan persiapan.

Dari hasil peninjauan, SC PBNU menilai Pondok Pesantren Bahrul Ulum menunjukkan kesiapan yang sangat baik sebagai tuan rumah. KH Ahmad Said Asrori optimistis muktamar akan berlangsung lancar dan sukses berkat dukungan keluarga besar pesantren, pengurus NU, serta masyarakat Jombang.

"Alhamdulillah Pondok Bahrul Ulum benar-benar telah menyatakan kesiapan dan kesediaannya menjadi tuan rumah perhelatan besar ini. Kita berharap muktamar nanti berjalan dengan baik, penuh kebahagiaan, kegembiraan, sukses, berkah dan membawa manfaat bagi warga NU, pesantren, bangsa, dan negara," katanya.

Ia menekankan bahwa Muktamar ke-35 NU akan menjadi momentum penting membahas persoalan strategis keagamaan dan kebangsaan. 

"NU sejak awal didirikan membawa dua amanah besar, yakni amanah diniyah dan amanah wathaniyah. Karena itu nanti dalam muktamar akan dibahas berbagai program dan agenda yang menyangkut kepentingan umat sekaligus bangsa Indonesia," jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, panitia pusat menyaksikan keterlibatan berbagai elemen NU di Kabupaten Jombang. PCNU Jombang, MWCNU, ranting-ranting NU, hingga keluarga besar pesantren disebut telah menunjukkan semangat gotong royong untuk menyukseskan muktamar. 

"Alhamdulillah kami melihat antusiasme yang luar biasa. Pengurus PCNU, MWCNU hingga ranting-ranting NU di Jombang siap menyambut para tamu dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan," ujarnya.

Menurut KH Ahmad Said Asrori, semangat utama yang dibangun panitia adalah ikramud dhuyuf atau memuliakan tamu, sehingga ribuan muktamirin, peninjau, dan muhibbin yang hadir nantinya mendapat pelayanan terbaik. Ia juga mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk terus memanjatkan doa dan mujahadah agar muktamar berjalan sesuai harapan. 

"Kami berharap para santri, warga NU, dan seluruh masyarakat terus bermunajat kepada Allah SWT agar Muktamar ke-35 NU ini benar-benar menjadi muktamar yang membawa keberkahan dan manfaat bagi Nahdlatul Ulama dan Indonesia," tuturnya.

Di samping kesiapan fisik, panitia pusat telah mulai menyusun materi yang akan dibahas dalam forum muktamar. Berbagai usulan dari PWNU, PCNU, hingga para pengasuh pesantren telah masuk ke meja panitia. Sebagian pembahasan telah dilakukan dalam Munas dan Konbes NU yang sebelumnya digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. 

"Hal-hal yang belum selesai nanti akan dibahas lebih lanjut dalam Muktamar ke-35 NU di Tambakberas," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdurrozaq Sholeh, memastikan seluruh struktur panitia lokal telah terbentuk dan mulai bekerja. Panitia melibatkan unsur guru, santri senior, alumni, keluarga besar pesantren, serta pengurus NU di Kabupaten Jombang. 

"Alhamdulillah panitia lokal sudah terbentuk seluruhnya. Bahkan sejak sekitar seminggu lalu mereka sudah mulai bekerja menyiapkan seluruh kebutuhan muktamar," ujar Gus Rozak.

Ia menyampaikan bahwa sebagian besar pekerjaan infrastruktur telah selesai. Saat ini panitia hanya menyelesaikan tahap akhir pengurukan lahan parkir dan area bazar. 

"Kalau secara umum sudah selesai. Tinggal finishing pengurukan lahan parkir dan bazar yang berada di kawasan sawah timur sebagaimana yang sebelumnya sudah disurvei oleh tim PBNU," katanya.

Gus Rozak memastikan fasilitas dasar seperti sarana MCK telah siap digunakan. "Untuk kesiapan fasilitas kami bisa katakan sudah 100 persen. MCK sudah siap, lokasi pembukaan sudah disurvei, area-area kegiatan juga sudah dicek langsung oleh tim PBNU. Sekarang tinggal menyelesaikan beberapa pekerjaan teknis terakhir," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow