Pemkot Probolinggo dan APPSI Berkolaborasi Revitalisasi 5 Pasar Tradisional
Pertemuan strategis ini membahas berbagai program kerja bersama, terutama pengembangan pasar tradisional dan peningkatan kesejahteraan para pedagang.
KOTA PROBOLINGGO, SJP–Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen memperkuat eksistensi pasar tradisional sebagai penopang utama ekonomi daerah. Langkah nyata ini diawali melalui audiensi dan silaturahmi antara pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Probolinggo masa bakti 2026-2030 dengan Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, di Kantor Wali Kota Probolinggo.
Pertemuan strategis ini membahas berbagai program kerja bersama, terutama pengembangan pasar tradisional dan peningkatan kesejahteraan para pedagang. Turut hadir dalam audiensi ini jajaran pejabat daerah, mulai dari Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (DKUMP), Kepala UPT Pasar, hingga para koordinator pasar tradisional.
Pemerintah Kota Probolinggo memastikan telah menyiapkan peta jalan (roadmap) perbaikan infrastruktur niaga di wilayahnya. Kepala DKUMP Kota Probolinggo, Agus Efendi, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menjadwalkan program revitalisasi secara bertahap terhadap lima pasar tradisional, dengan fokus utama pada pembenahan Pasar Baru yang ditargetkan selesai pada tahun 2027.
"Kami fokus memperbaiki fasilitas dasar mulai dari saluran air, penggantian talang bocor, penataan lantai, hingga peningkatan penerangan agar pasar tidak lagi kumuh, melainkan bersih, nyaman, dan terang. Anggaran pemerintah daerah akan kami padukan dengan kolaborasi aktif bersama APPSI, termasuk menggerakkan kerja bakti rutin antara petugas dan pedagang," jelas Agus Efendi.
Ketua DPD APPSI Kota Probolinggo, M. Izzul Islam, menyambut baik rencana tersebut. Ia menegaskan bahwa APPSI siap menjadi mitra strategis pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan, menjaga ketahanan pangan, serta mengendalikan inflasi melalui kelancaran distribusi bahan pokok.
Dalam dialog interaktif tersebut, pihak APPSI menyampaikan sejumlah aspirasi penting, mulai dari penataan area jualan, penguatan sistem keamanan pasar, optimalisasi pengelolaan pasar, hingga usulan pembentukan sekretariat tetap APPSI.
"Kami ingin APPSI menjadi jembatan konkret yang menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil pedagang di lapangan. Melalui kolaborasi ini, kami berharap ada dukungan fasilitas yang nyata agar program kerja organisasi dalam menyejahterakan pedagang bisa berjalan maksimal," kata Izzul.
Merespons aspirasi tersebut, Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menegaskan dukungannya terhadap penguatan pasar tradisional. Namun, ia juga menekankan pentingnya perubahan paradigma pengelolaan pasar agar mampu bersaing di era modern.
Selain menginstruksikan peningkatan pengawasan oleh koordinator pasar dan pemanfaatan kios kosong sebagai pusat kuliner atau wisata belanja, Wali Kota mendorong para pedagang untuk mulai memanfaatkan teknologi.
"Pasar tradisional kita harus bertransformasi menjadi pusat belanja yang bersih, nyaman, modern, dan memiliki daya saing tinggi. Saya mendorong penerapan digitalisasi pasar melalui marketplace untuk memperluas jangkauan produk UMKM. Selain itu, optimalisasi peran koperasi harus berjalan agar pedagang kecil lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan yang aman," tegas dr. Aminuddin. (**)Â
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

