Banjir Bandang Maesan Bondowoso dan Fenomena Kerusakan Lingkungan di Lereng Argopuro

Rangkuman berita Suara Jatim Post terkait banjir di Dusun Peh, Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, Bondowoso pada Kamis (9/1/2025) petang.

12 Jan 2025 - 09:36
Banjir Bandang Maesan Bondowoso dan Fenomena Kerusakan Lingkungan di Lereng Argopuro

Suarajatimpost.com - Banjir bandang melanda Dusun Peh, Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso pada Kamis, (9/1/2025) petang.  Air sungai meluap ke daratan dengan sangat deras dan menyeret 12 rumah warga.

Penyebab banjir bandang karena hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di lereng Gunung Argopuro. Aliran air di sungai Peh terus naik dengan membawa material kayu dari gunung hingga terjadi penyumbatan di jembatan.

Banjir menguak fenomena kerusakan lingkungan. Hutan penyangga air di lereng Gunung Argopuro telah beralih fungsi menjadi perkebunan. Berikut rangkuman berita Suara Jatim Post terkait banjir di Maesan, Bondowoso: 

Dikejutkan Banjir Menjelang Maghrib

Banjir bandang melanda Dusun Peh, Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso pada Kamis, (9/1/2025) petang. Air sungai meluap ke daratan dengan sangat deras dan menyeret 12 rumah warga. 

Banjir bandang yang sangat deras menerjang jalan Desa Gunungsari. Dalam rekaman video, luberan air yang deras juga menyeret sapi berukuran besar. Informasi yang disampaikan oleh warga dalam video menyebutkan, sejumlah rumah warga yang ambruk diterjang banjir pukul 16.42. 

"Ini sapi mau terhanyut. 2 rumah habis," kata warga dalam rekaman telepon seluler tersebut. Banjir yang datang mendadak dan mengejutkan. 

Kisah Seorang Wanita Tua yang Terjebak Banjir

Berbeda dengan kaum muda yang bisa bergerak cepat, Hariyah, wanita 50 tahun ini tak sempat menyelamatkan diri ketika banjir tiba-tiba menerjang rumahnya. Tak pelak,  wanita paruh baya ini terjebak di tengah banjir.  

Hariyah hampir terhanyut karena derasnya aliran banjir bandang yang sempat menyeret rumahnya tersebut. Di tengah kebingungannya itu, dia nyaris lompat ke sungai karena tidak tahu lagi harus berbuat apa. 

Namun keberuntungan masih berpihak kepadanya, seorang pemuda yang merupakan tetangganya menerobos banjir untuk menyelamatkan wanita paruh baya ini. 

Uang Rp700 ribu hasil dari bekerja sebagai buruh tani pemetik cabai ikut terhanyut banjir bandang bersama kasur dan perabotan rumah lainnya.  Angka yang tak seberapa jika dibandingkan nyawanya.

Apa Penyebab Banjir?

Banjir bandang terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di lereng Gunung Argopuro sejak siang hari. Aliran air di sungai Peh terus naik dengan membawa material kayu dari gunung hingga terjadi penyumbatan di jembatan. 

Upaya Tanggap Darurat

BPBD Kabupaten Bondowoso mengevakuasi rumah-rumah yang rusak akibat bencana tersebut.  Petugas BPBD bersama warga dan relawan berusaha membersihkan material banjir yang masuk ke dalam rumah warga terdampak.  Sisa-sisa material banjir seperti puing-puing rumah yang hancur disingirkan. 

Lahan Pertanian juga Terdampak

Berdasar data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, 4 rumah warga mengalami rusak berat. Sedangkan 8 rumah sisanya mengalami rusak ringan.

Tak hanya itu, sekira 6 hektare lahan pertanian milik warga setempat terdampak banjir ini. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam banjir bandang tersebut. Seluruh warga sudah dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi dan jauh dari lokasi bencana.

Gotong Royong Pembersihan Material Banjir 

Warga Dusun Peh, Desa Gunungsari bersama jajaran anggota Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Maesan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), polisi dan perangkat desa setempat ikut berjibaku dalam gotong royong membantu membersihkan sisa material banjir bandang.

Penataan Saluran Irigasi di Lokasi Banjir Bandang

Banjir bandang juga mengakibatkan saluran irigasi rusak. Hal itu disebabkan tersumbatnya saluran irigasi oleh material kayu dan batu yang dibawa oleh banjir dari lereng Gunung Argopuro.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan melakukan penataan saluran irigasi di lokasi banjir bandang.  Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Kontruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso sudah melakukan asesmen dan menginventarisasi lokasi.  Setelah berkoordinasi dengan UPT PSDA WS Sampean Setail di Bondowoso,  BSBK  akan melakukan perbaikan saluran irigasi. 

Alih Fungsi Hutan di Lereng Argopuro Gundul

Penyebab banjir bandang di Dusun Peh, Desa Gunungsari, Kecamatan Maesan diperkirakan karena gundulnya hutan di daerah lereng Gunung Arguporo.  Sebagian lahan hutan di lereng gunung Argopuro berubah menjadi lahan perkebunan. 

Di hutan itu kan seharusnya ditanami tanaman keras. Saat ini kebanyakan sudah menjadi lahan untuk berkebun, artinya sudah tidak ada lagi akar yang sanggup menahan sehingga mudah terjadi banjir dan longsor.

"Kita ajak kepolisian dan TNI untuk melakukan penghijauan di hutan-hutan yang gundul," imbuh Adhi Sukaryo, Pj Gubernur Jatim.

Catatan Redaksi Suara Jatim Post:

Keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan akibat alih fungsi hutan menjadi semakin mendalam setelah banjir bandang yang melanda Dusun Peh. Pengalihan lahan dari hutan tanaman keras menjadi lahan perkebunan telah menghilangkan daya serap tanah, yang seharusnya menjadi penyangga untuk mengendalikan aliran air. Akibatnya, bencana alam yang seharusnya bisa diminimalkan ini menjadi sebuah tragedi yang merenggut kenyamanan warga. Ketidakberdayaan tanah untuk menahan air hujan yang deras menunjukkan bahwa tindakan segera perlu dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

Sebagai solusi untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa, upaya penghijauan dan rehabilitasi hutan harus segera dilaksanakan. Pemerintah, bersama dengan warga dan berbagai pihak terkait, harus bekerja sama dalam menanam kembali pohon-pohon keras di lereng Gunung Argopuro untuk mengembalikan fungsi ekologisnya. Selain itu, diperlukan pula edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan komitmen untuk tidak mengalihfungsikan lahan hutan. Hanya dengan langkah preventif dan kolaboratif, kita dapat berharap akan terwujud lingkungan yang lebih sehat dan aman dari ancaman bencana di masa mendatang. (**)

Penulis : Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow