Waspada Cuaca Ekstrem, Angin Kencang Ancam Keselamatan Warga Kota Batu

Meski panas matahari cukup terik, namun angin kencang berhembus hingga kecepatan 54 kilometer per di wilayah tersebut.

05 Feb 2025 - 16:36
Waspada Cuaca Ekstrem, Angin Kencang Ancam Keselamatan Warga Kota Batu
Pohon tumbang akibat angin kencang terjadi di Kota Batu. (dok/Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP - Cuaca ekstrem tengah melanda kawasan Malang Raya. Khususnya Kota Batu. Meski panas matahari cukup terik, namun angin kencang berhembus hingga kecepatan 54 kilometer per di wilayah tersebut.

Kondisi yang tidak biasa ini mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu untuk mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi bahaya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu, Agung Sedayu mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi dipengaruhi oleh berbagai faktor atmosferik. Saat ini, wilayah Jawa Timur, termasuk Kota Batu berada dalam musim hujan. Bahkan beberapa daerah sedang mengalami puncaknya.

"Aktifnya Monsun Asia serta fenomena gelombang atmosfer seperti Kelvin dan MJO (Madden Julian Oscillation) turut memicu pertumbuhan awan-awan yang menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang," jelas Agung, Rabu (5/2/2025).

Dia menambahkan, karakter topografi Kota Batu yang bergunung dan curam, membuat daerah ini semakin rentan terhadap berbagai potensi bencana alam, seperti banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, jalan licin, serta berkurangnya jarak pandang akibat hujan lebat.

Oleh karena situasi itu, masyarakat diimbau untuk terus waspada dan lebih berhati-hati. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung dan daerah yang rawan longsor.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, suhu panas yang masih terasa meski sedang musim hujan disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor atmosferis.

Periode peralihan musim atau pancaroba menyebabkan radiasi matahari yang diterima pada pagi hingga siang hari cukup besar. Sehingga memicu peningkatan suhu udara.

Proses ini mendorong pengangkatan massa udara yang kemudian membentuk awan konvektif seperti cumulonimbus yang dikenal berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem seperti hujan deras dengan kilat dan angin kencang.

Kondisi tersebut diperparah dengan posisi semu matahari yang berada dekat dengan khatulistiwa. Sehingga membuat suhu udara di wilayah Malang Raya semakin terik pada siang hari.

Meski demikian, fenomena ini bukanlah gelombang panas (heat wave), melainkan siklus tahunan dari gerak semu matahari.

“Kami mengimbau untuk menghindari beraktivitas di bawah pohon besar atau di sekitar tebing yang curam. Selain itu, perhatikan informasi cuaca terkini dari BPBD atau BMKG untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow