Warga Binaan Lapas Mojokerto Panen Hasil Kebun, Belajar Mandiri dari Pertanian Sederhana

Melalui kegiatan pembinaan kemandirian, Lapas Kelas IIB Mojokerto berhasil memanen puluhan kilogram terong hasil budidaya yang dilakukan oleh warga binaan pemasyarakatan.

12 Jun 2025 - 20:46
Warga Binaan Lapas Mojokerto Panen Hasil Kebun, Belajar Mandiri dari Pertanian Sederhana
Warga binaan saat memanen terong di halaman kebun Lapas Kelas IIB Mojokerto. (Lapas for SJP)

MOJOKERTO, SJP—Masa panen bukan hanya bisa dinikmati oleh masyarakat yang berprofesi sebagai petani atau peternak saja. Masyarakat yang menjalani hukuman di dalam penjara pun juga bisa memetik hasil panen. 

Buktinya, warga binaan yang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto ini. Meski sedang menjalani hukuman, mereka masih tetap bisa berkebun dan memetik hasil panen. 

Melalui kegiatan pembinaan kemandirian, Lapas Kelas IIB Mojokerto berhasil memanen puluhan kilogram terong hasil budidaya yang dilakukan oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Mereka menanam terong dan sejumlah sayuran lainnya di kebun lapas yang telah dikelola secara intensif oleh para warga binaan di bawah bimbingan petugas pembinaan kemandirian. 

"Budidaya tanaman ini merupakan bagian dari program pertanian produktif yang menjadi fokus pembinaan keterampilan di Lapas Kelas IIB Mojokerto," kata Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, Kamis (12/6/2025). 

Rudi menyebut, keberhasilan panen ini bukan hanya soal hasil pertanian, tetapi juga bukti bahwa warga binaan mampu berkontribusi positif ketika diberi kesempatan dan kepercayaan mengelola kebun dengan baik dan benar. 

"Panen terong ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan di lapas tidak sia-sia. Selain membekali keterampilan kepada WBP, kegiatan ini juga mendukung program ketahanan pangan yang menjadi fokus nasional saat ini," terangnya. 

Terong, disebutnya merupakan sayuran yang mudah ditanam, bernilai gizi tinggi, dan memiliki pasar yang luas. Melalui pembinaan ini, warga binaan tidak hanya diajarkan cara bercocok tanam, tetapi juga prinsip kerja keras, tanggung jawab, serta perencanaan produksi pertanian sederhana.

Panen dilakukan secara bertahap diproyeksikan akan terus berlanjut. Sebagian hasilnya digunakan untuk mendukung kebutuhan dapur lapas.

Sementara untuk sisanya dapat dijadikan sarana edukasi lanjutan dan bahkan potensi untuk pengembangan unit usaha berbasis pertanian.

"Kegiatan ini juga selaras dengan arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mendorong kemandirian lapas dan pembinaan produktif yang berdampak langsung bagi masa depan warga binaan," pungkasnya. (*) 

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow