Wali Kota Batu Dorong Bank Jatim Bukan Sekadar Bisnis, Harus Jadi Motor Pembangunan

Bank Jatim sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak boleh hanya berorientasi pada profitabilitas semata, namun wajib berkontribusi konkret pada program prioritas daerah.

24 Jan 2026 - 15:00
Wali Kota Batu Dorong Bank Jatim Bukan Sekadar Bisnis, Harus Jadi Motor Pembangunan
Wali Kota Batu Nurochman pada saat menghadiri kunker Komisi 2 DPR RI. (Ist/SJP)

KOTA BATU, SJP — Wali Kota Batu, Nurochman, menekankan pentingnya reposisi peran bank daerah sebagai mitra strategis pemerintah, melampaui fungsi konvensionalnya sebagai lembaga intermediasi keuangan. 

Hal tersebut disampaikan di sela Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya, Sabtu (24/1/2026).

Dalam pernyataannya, Nurochman menegaskan bahwa Bank Jatim sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tidak boleh hanya berorientasi pada profitabilitas semata, namun wajib berkontribusi konkret pada program prioritas daerah. 

Ia mencontohkan langkah nyata yang telah diimplementasikan di Kota Batu.

"Di Kota Batu, kolaborasi ini kami manifestasikan melalui dukungan Bank Jatim terhadap Program 1.000 Sarjana. Ini adalah investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang pembiayaan pendidikannya didukung penuh oleh sinergi perbankan daerah," ujar Nurochman.

Menurut Nurochman, keberhasilan sebuah BUMD diukur dari kemampuannya menjalankan fungsi ganda, yakni menciptakan keuntungan finansial sekaligus memberikan nilai sosial (social value). 

Ia mendorong agar keterlibatan bank daerah di sektor pendidikan, infrastruktur, dan program sosial ekonomi diperkuat secara luas.

"Kami ingin bank daerah hadir sebagai lokomotif pembangunan ekonomi lokal yang progresif. Bank daerah harus menjadi mitra strategis yang melekat pada kebijakan pemerintah, bukan berjalan sendiri sebagai entitas bisnis murni," tegasnya.

Senada dengan pandangan Wali Kota Batu, Komisi II DPR RI dalam forum tersebut juga menggarisbawahi pentingnya pengawasan ketat terhadap kinerja bank daerah. 

Langkah ini diperlukan agar operasional bank tetap selaras dengan kepentingan publik dan mampu beradaptasi dengan tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

Nurochman optimistis bahwa dengan sinergi yang konsisten, bank daerah akan mampu memperkuat ketahanan fiskal daerah sekaligus menjadi pilar utama dalam mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

"Harapan kami, bank daerah benar-benar menjadi katalisator yang mempercepat pemerataan ekonomi di daerah masing-masing," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow