UKWMS Kembangkan Riset Stem Cell untuk Kesehatan Regeneratif

UKWMS jadi pionir riset stem cell Indonesia, libatkan mahasiswa S1 hingga hasilkan sekretom untuk penyembuhan luka, kesehatan mata, dan inovasi anti-aging.

21 Aug 2025 - 23:02
UKWMS Kembangkan Riset Stem Cell untuk Kesehatan Regeneratif
Mahasiswa UKWMS melakukan praktik pengambilan sampel tali pusar sebagai bahan riset stem cell (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP — Dunia medis Indonesia terus menunjukkan kemajuan. Salah satunya datang dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) yang menghadirkan terobosan riset stem cell (sel punca) di bidang kesehatan regeneratif.

Menariknya, UKWMS berhasil mengintegrasikan riset tersebut ke dalam pembelajaran jenjang Strata-1 (S1). Artinya, riset kelas dunia yang lazimnya hanya dapat dipraktikkan di tingkat pascasarjana, kini bisa diakses lebih dini oleh mahasiswa.

Diketahui, Stem cell atau sel punca adalah sel dasar yang mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel tubuh. Dari penelitian terbaru, UKWMS difokuskan pada "mesenchymal stem cell" (MSC) yang berasal dari tali pusar. 

MSC tersebut menghasilkan sekretom, yaitu faktor bioaktif yang terbukti mempercepat penyembuhan luka dan memiliki potensi besar di bidang kesehatan regeneratif serta estetika.

Sekretom itulah yang sedang dikembangkan menjadi berbagai produk aplikasi, mulai dari tetes mata untuk mencegah mata kering, masker wajah anti-aging, hingga hydrogel untuk penyembuhan luka.

Wakil Dekan II Fakultas Farmasi UKWMS, Dr. Yudy Tjahjono, menjelaskan bahwa riset stem cell yang dirinya inisiasi bersama kelompoknya berawal dari proyek biogerontologi untuk meningkatkan kualitas hidup lansia.

"Tujuan awal penelitian ini adalah untuk wellbeing orang lanjut usia. Dari sini kami memperkenalkan mesenchymal stem cell dari tali pusar sebagai salah satu tonggak penelitian kami," kata Dr. Yudy, Kamis (21/8/2025).

Menurutnya, proses tersebut dilakukan dengan kerja sama lintas fakultas dan rumah sakit (RS), khususnya RS Umum Gotong Royong. Mulai dari screening pasien donor oleh dokter, isolasi tali pusar, karakterisasi sel punca, hingga pengolahan sekretom.

"Uji preklinis sudah kami lakukan pada hewan coba, hasilnya nyata membantu penyembuhan luka. Selanjutnya kami menyiapkan tahap uji klinis," tambahnya.

Pengambilan sampel tali pusar tentu melalui prosedur medis dan etis yang ketat. dr. Sianty Dewi, spesialis obstetri ginekologi UKWMS, menjelaskan bahwa tidak semua pasien bisa menjadi donor.

"Kriteria tali pusar yang ideal adalah bebas dari infeksi menular seksual, toksoplasma, rubella, dan ibu dalam kondisi sehat tanpa diabetes atau hipertensi," jelas dr. Sianty.

"Semua pasien juga kami ajak berdiskusi, dan hanya jika bersedia mereka menandatangani informed consent (persetujuan tindakan)," sambungnya.

Dia menambahkan, bila ada komplikasi saat persalinan seperti pendarahan atau infeksi, maka otomatis sampel tidak bisa digunakan. 

"Kami hanya mengambil sekitar 10–15 cm junction antara plasenta dan tali pusar. Sisanya kami kembalikan ke pasien atau dibuang sesuai tata cara limbah medis,” katanya.

Stem cell dan sekretom hasil riset UKWMS kini sudah masuk tahap aplikasi nyata. dr. Hendy Wijaya, dosen bidang klinis Fakultas Farmasi, menyebutkan stem cell bukan hanya untuk meringankan gejala, tapi bisa jadi solusi penyakit degeneratif.

"Stem cell mampu menjadi solusi nyata, termasuk untuk proses penuaan. Ke depan kami akan berkolaborasi dengan pakar kosmetika dan estetika," ujar dr. Hendy.

Hal senada disampaikan Dr. dr. Bernadette Dian Novita atau akrab disapa dr. Vita dari Fakultas Kedokteran UKWMS. Ia menegaskan, hasil riset ini ditujukan untuk masyarakat luas.  

"Kami ingin hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi hadir sebagai solusi yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat," kata dr. Vita.

Terlebih karena Riset tersebut juga mendapat dukungan penuh dari pimpinan UKWMS, yakni Rektor Sumi Wijaya, Dekan Fakultas Farmasi Martha Ervina, serta Dekan Fakultas Kedokteran Laksamana Pertama TNI Purn dr. Herjunianto.

dr. Vita optimistis, penelitian yang dikembangkan oleh UKWMS akan menjadi tonggak penting di Indonesia. Ditambah, salah satu keunggulan UKWMS adalah membuka ruang bagi mahasiswa S1 untuk terjun langsung dalam riset tersebut.

"Inilah bentuk komitmen UKWMS untuk mempersiapkan generasi ilmuwan dan tenaga kesehatan yang siap bersaing di tingkat global," pungkas dr. Vita. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow