Pemkot, Polres, dan Dunia Pendidikan Kota Batu Perkuat Antisipasi Provokasi di Tengah Aksi Demonstrasi

Dengan sinergi ini, Pemkot Batu berharap pelajar tetap fokus belajar, tidak mudah terprovokasi, serta ikut menjaga suasana aman dan damai yang menjadi identitas Kota Batu sebagai kota wisata

05 Sep 2025 - 18:21
Pemkot, Polres, dan Dunia Pendidikan Kota Batu Perkuat Antisipasi Provokasi di Tengah Aksi Demonstrasi
Koordinasi Pemkot, Polres, dan Tokoh pendidikan di Kota Batu terhadap isu demonstrasi (Ist/Prokopim/SJP)

KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu bergerak cepat untuk menjaga kondusivitas wilayah, setelah maraknya aksi demonstrasi di sejumlah daerah di Indonesia yang turut menyeret keterlibatan pelajar di bawah umur.

Wali Kota Batu Nurochman pada Jumat (5/9/2025) menegaskan sebelumnya sempat mengumpulkan seluruh kepala sekolah SMP/MTs, SMA/SMK, dan MA negeri maupun swasta se-Kota Batu di Balai Kota Among Tani beberapa waktu lalu.

"Intinya dunia pendidikan memegang peran penting sebagai benteng pertama agar siswa tidak mudah terprovokasi. Fenomena keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa anarkis menjadi peringatan serius bagi kita semua. Stabilitas sosial, keamanan, dan kenyamanan Kota Batu sebagai kota wisata tidak boleh sampai terganggu,” ujarnya.

Ia meminta sekolah dan guru tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga memperkuat karakter serta literasi digital siswa.

Bahkan, Pemkot Batu menyiapkan program pembinaan karakter, parenting bagi siswa dan orang tua, serta forum komunikasi publik agar sekolah, orang tua, dan aparat bisa bersinergi menjaga anak-anak dari pengaruh negatif media sosial.

Ketua PGRI Kota Batu, Budi Prasetyo, menyambut baik langkah Pemkot. Ia menekankan pentingnya guru menjadi teladan dan filter di tengah derasnya provokasi digital.

“Guru jangan sampai ikut terjebak dalam unggahan provokatif. Justru sebaliknya, kita harus menjadi motivator bagi siswa,” ucapnya.

Budi juga mendorong adanya terobosan tambahan seperti program praktisi mengajar, panggung kreasi siswa, hingga regulasi pemanfaatan gawai di sekolah agar energi pelajar tersalurkan ke arah positif. (*)

Editor : Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow