Truk Gandeng Tertabrak KA Blambangan Ekspres di Leces Probolinggo, Masinis dan Asisten Terjepit
Kecelakaan kereta api terjadi di perlintasan Desa Jorongan, Leces, Probolinggo, Jumat dini hari. Sebuah truk gandeng bermuatan tepung batu tertabrak KA Blambangan Ekspres diduga karena pintu perlintasan tidak tertutup. Masinis dan asisten masinis mengalami luka akibat kabin lokomotif ringsek, sementara sopir dan kernet truk selamat. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kejadian ini
PROBOLINGGO, SJP – Kecelakaan antara kereta api dan truk gandeng terjadi di perlintasan kereta api wilayah Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jumat dini hari (6/3/2026). Insiden tersebut diduga terjadi karena pintu perlintasan tidak tertutup saat truk melintas. Akibat kejadian ini, masinis dan asisten masinis mengalami luka setelah kabin lokomotif ringsek dan menjepit keduanya.
Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, sebuah truk gandeng bermuatan tepung batu dengan nomor polisi P 8793 UG melaju dari arah timur menuju barat. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Ali Rudi Amir (30) dengan kernetnya Agus Prasetyo. Keduanya diketahui merupakan warga Kabupaten Jember.
Ketika tiba di perlintasan kereta api JPL 13 yang berada di wilayah Desa Jorongan, truk tersebut mencoba melintas. Namun secara tiba-tiba, dari arah utara datang kereta api Blambangan Ekspres yang melayani rute Stasiun Pasar Senen, Jakarta menuju Stasiun Ketapang, Banyuwangi. Karena jarak yang sudah sangat dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari.
Benturan keras terjadi pada bagian gandengan truk. Akibatnya, gandengan kendaraan tersebut terpental ke arah selatan rel, sementara bagian lokomotif kereta api mengalami kerusakan cukup parah pada kabin depan. Kereta api akhirnya berhenti beberapa meter dari titik tabrakan.
Kernet truk, Agus Prasetyo, mengaku tidak melihat tanda-tanda peringatan ketika kendaraan mereka melintas di perlintasan tersebut. Ia mengatakan tidak mendengar sirine ataupun tanda lainnya yang biasanya menandakan kereta akan melintas.
“Jadi saat saya melintas di perlintasan, tidak ada bunyi sirine menandakan kereta lewat. Saat bagian kepala truk sudah melewati rel, tiba-tiba dari arah utara muncul kereta api dan langsung menabrak gandengan truk yang saya naiki,” ujar Agus.
Benturan tersebut menyebabkan kabin lokomotif mengalami kerusakan hingga menjepit masinis dan asisten masinis yang berada di dalamnya. Proses evakuasi pun sempat berlangsung cukup dramatis karena kondisi kabin yang ringsek.
“Yang jelas saat kejadian saya berjalan iring-iringan dengan truk didepan saya yang pengemudinya teman saya,” tambahnya.
Petugas dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama anggota kepolisian dan warga sekitar kemudian melakukan upaya evakuasi. Setelah beberapa waktu, kedua korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari dalam kabin lokomotif dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah kejadian, Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga memeriksa sejumlah saksi guna mengetahui secara pasti kronologi kecelakaan tersebut.
Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Syafiq Jundhira, menjelaskan bahwa berdasarkan dugaan awal, kecelakaan terjadi ketika truk gandeng melintas dari arah timur ke barat di perlintasan kereta api. Pada saat bersamaan, kereta api datang dari arah utara sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
“Untuk dugaan sementara kecelakaan ini karena pintu perlintasan tidak tertutup. Meski tidak ada korban jiwa, masinis dan asisten mengalami luka. Untuk memastikan penyebab pastinya, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya. (*)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

