Tak Hanya Pusing, Kenali Tanda Hipertensi yang Sering Tak Disadari

Hipertensi sering tidak menunjukkan gejala jelas. Kenali tanda-tanda tekanan darah tinggi yang jarang disadari agar dapat melakukan pencegahan sejak dini.

31 Mar 2026 - 14:00
Tak Hanya Pusing, Kenali Tanda Hipertensi yang Sering Tak Disadari
Ilustrasi pemeriksaan tekanan darah untuk mendeteksi hipertensi atau tekanan darah tinggi. (Foto: Ilustrasi/Beritasatu)

SUARAJATIMPOST.COM–Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena kerap tidak menimbulkan gejala jelas hingga kondisi sudah memasuki tahap serius dan membahayakan Kesehatan.

Menurut data dari World Health Organization, sekitar 1,4 miliar orang dewasa di seluruh dunia menderita hipertensi pada tahun 2024. Namun, kurang dari seperlima penderita yang memiliki control tekanan darah secara memadai.

Selama ini banyak orang hanya mengenali gejala hipertensi seperti sakit kepala dan sesak napas. Padahal, terdapat beberapa tanda lain yang sering diabaikan, namun bisa menjadi peringatan dini tekanan darah tinggi.

Salah satu tanda yang jarang disadari Adalah sering buang air kecil, terutama pada malam hari. Kondisi ini berkaitan dengan aktivitas ginjal yang meningkat di malam hari dan bisa menjadi indikasi awal tekanan darah yang tidak stabil atau gangguan metabolisme.

Selain itu, nyeri dada juga bisa menjadi tanda hipertensi. Tekanan darah tinggi membuat jantung bekerja lebih keras sehingga memicu rasa nyeri atau sesak di dada yang berkaitan dengan risiko angina hingga serangan jantung jika tidak ditangani secara medis.

Tanda lainnya adalah pergelangan kaki bengkak. Hipertensi kronis dapat membuat jantung memompa darah kurang efisien sehingga terjadi penumpukan cairan di bagian bawah tubuh, terutama di area pergelangan kaki.

Penderita hipertensi, khususnya lansia, juga sering mengalami pusing dan kehilangan keseimbangan. Gejala ini cukup umum dan dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam beraktivitas sehari-hari.

Selain itu, tekanan darah yang tidak terkendali juga dapat merusak pembuluh darah halus di mata. Kondisi ini bisa menyebabkan penglihatan kabur, munculnya bintik hitam, hingga risiko kehilangan penglihatan permanen dalam kasus yang parah.

WHO menekankan bahwa faktor risiko seperti pola makan tinggi garam, kurang olahraga, dan obesitas sangat berpengaruh terhadap hipertensi. Faktor usia di atas 65 tahun serta riwayat keluarga juga meningkatkan risiko seseorang terkena tekanan darah tinggi.

Para ahli merekomendasikan pemeriksaan tekanan darah setidaknya sekali setahun, terutama bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun. Pemantauan rutin sangat penting, khususnya bagi individu dengan penyakit penyerta seperti diabetes atau penyakit ginjal.

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Rainila Otek Mahasiswa Magang Unitri Malang 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow