Festival Layang-Layang di Pantai Dlodo, Kreativitas tanpa Batas di Langit Tulungagung

Festival Layang-Layang yang digelar di pantai Dlodo, Tulungagung ini menjadi magnet bagi ribuan pengunjung, sekaligus menjadi ruang ekspresi para pecinta layangan dari berbagai daerah.

20 Jul 2025 - 20:49
Festival Layang-Layang di Pantai Dlodo,  Kreativitas tanpa Batas di Langit Tulungagung
Puluhan layang-layang bapangan berjajar untuk dilakukan penilaian oleh juri dalam festival dan lomba layang-layang di Pantai Dlodo, Tulungagung..

TULUNGAGUNG, SJP - Langit biru di atas Pantai Dlodo, Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, pada Minggu (20/7/2025) siang, berubah menjadi kanvas raksasa yang dipenuhi warna-warni layang-layang berbagai bentuk. Festival Layang-Layang yang digelar di pantai selatan Tulungagung ini menjadi ruang ekspresi para pecinta layangan dari berbagai daerah. Tak hanya itu, even itu menjadi magnet bagi ribuan pengunjung.

Berbagai jenis layang-layang unik, mulai dari yang tradisional hingga modern, turut menghiasi festival ini. Tak hanya sekadar bentuk geometris, layang-layang karakter seperti dinosaurus, badut, tokoh wayang, hingga pasangan legendaris Tom and Jerry, tampak mendominasi langit. Yang paling mencuri perhatian adalah layang-layang naga dengan bentangan tubuh panjang dan meliuk indah mengikuti angin pantai.

Kepala Desa Rejosari, Sudikan, mengungkapkan bahwa jenis layang-layang yang dilombakan didominasi oleh layang-layang bapangan karena memang jenis tersebut menjadi favorit masyarakat di wilayah pegunungan.

“Jenis yang dilombakan mayoritas layangan bapangan. Karena di wilayah pegunungan seperti ini, kesukaannya memang layangan bapangan," ujarnya.

Tak hanya pertunjukan visual, festival ini juga menghadirkan kompetisi yang tak kalah menarik. Panitia menggelar lomba kreasi layang-layang bapangan arsir dan motif, sebuah jenis layangan khas yang bukan hanya menonjolkan bentuk tetapi juga nilai artistik dari gambar yang ditampilkan.

"Pesertanya datang dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Jogja, Kediri, hingga Probolinggo,” kata Sudikan.

Peserta yang datang dari berbagai daerah tersebut menampilkan hasil karya yang mengagumkan. Mereka dengan telaten menggambar potongan plastik hingga menyerupai karya seni bertema keberagaman agama, budaya wayang, hingga kisah mistis Nyi Roro Kidul.

Salah satu peserta lomba, Anang, menjelaskan bahwa proses membuat layang-layang jenis bapangan ini membutuhkan waktu dan ketelitian tinggi.

“Kalau penyoderannya kurang lebih satu minggu. Bahan yang digunakan plastik, dan yang paling sulit itu saat membuat desainnya,” ungkapnya.

Dari sisi pemerintah, Festival Layang-Layang ini mendapat dukungan penuh. Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia yang sudah menyediakan fasilitas bagi para penggemar layangan untuk menyalurkan hobinya. Ini juga kesempatan mempromosikan keindahan Pantai Dlodo kepada masyarakat luar Tulungagung,” kata Ahmad Baharudin.

Festival ini tak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekitar. Dengan ribuan pengunjung yang hadir, pelaku UMKM lokal seperti pedagang makanan, minuman, hingga kerajinan tangan ikut merasakan dampak positifnya.

“Terima kasih juga untuk Dispora Tulungagung bersama Pelangi (Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia) Tulungagung dan juga Petung (Pelayang Tulungagung) yang telah berkolaborasi dalam mengangkat potensi wisata pantai yang ternyata cocok untuk event layang-layang berskala besar,” tambahnya.

Ke depan, Pemerintah Desa Rejosari berharap kegiatan semacam ini bisa digelar secara rutin dan lebih besar. “Insyaallah, tahun depan kami akan bergandeng dengan Dispora untuk kembali menggelar lomba layang-layang di Pantai Dlodo. Harapannya, wisata di wilayah kami bisa semakin dikenal hingga tingkat nasional, bahkan internasional,” ujar Sudikan.

Langit Pantai Dlodo hari itu tak hanya penuh dengan layangan, tapi juga harapan:  terus terbangnya tradisi, kreativitas, dan pariwisata Tulungagung ke tingkat yang lebih tinggi.(*)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow