Stok Susu Absen, Distribusi MBG di Baron Nganjuk Diklaim Tetap Terkendali

Alvin memberikan klarifikasi mengenai variasi menu yang diterima siswa hari ini. Menanggapi ketiadaan komoditas susu dalam paket makanan, ia menjelaskan bahwa hal tersebut telah sesuai dengan rencana anggaran dan jadwal yang ditetapkan.

31 Mar 2026 - 11:32
Stok Susu Absen, Distribusi MBG di Baron Nganjuk Diklaim Tetap Terkendali
Kepala Sekolah SDN Katerban 1, Dewi Chikma (Foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP–Distribusi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Baron, khususnya di SDN 1 Katerban, terus dipantau secara intensif. Langkah ini dilakukan guna memastikan standar pelayanan dan ketepatan waktu distribusi bagi para siswa tetap terjaga.

Meskipun terdapat dinamika operasional terkait durasi pengiriman dan koordinasi menu harian, pihak otoritas memastikan bahwa proses distribusi secara keseluruhan masih dalam kategori normal dan terkendali.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Baron, Alvin, mengonfirmasi bahwa kendala teknis di lapangan terkait pengiriman makanan pada Selasa (31/3/2026) telah teratasi. Meski sempat muncul potensi keterlambatan, Alvin menegaskan seluruh paket makanan telah sampai di titik distribusi sebelum batas waktu.

"Hari ini aman saja, tidak ada faktor kendala yang berarti. Biasanya memang jam 09.00 WIB sudah selesai semua, termasuk untuk wilayah Katerban 3 dan Katerban 5," ujar Alvin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (31/3/2026).

Lebih lanjut, Alvin memberikan klarifikasi mengenai variasi menu yang diterima siswa hari ini. Menanggapi ketiadaan komoditas susu dalam paket makanan, ia menjelaskan bahwa hal tersebut telah sesuai dengan rencana anggaran dan jadwal yang ditetapkan.

"Memang untuk hari ini jadwalnya tidak ada susu," tambahnya singkat.

Kepala SDN 1 Katerban, Dewi Chikma, menyatakan bahwa hingga saat ini pihak sekolah belum menerima keluhan signifikan, baik dari wali murid maupun tenaga pendidik, terkait kualitas maupun kuantitas makanan yang diberikan.

Berdasarkan data operasional sekolah, makanan biasanya tiba di lokasi antara pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Pihak sekolah menegaskan bahwa pengiriman tidak pernah melampaui pukul 11.00 WIB, sehingga tetap selaras dengan jam istirahat dan waktu makan siang siswa.

"Meskipun tidak ada komunikasi melalui grup WhatsApp, umumnya (makanan) sampai di sekolah sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Pengiriman tidak pernah melebihi pukul 11.00 atau 12.00 siang," jelas Dewi.

Terkait regulasi keamanan pangan, Dewi menyebutkan pihaknya belum menerima instruksi tertulis mengenai batasan waktu konsumsi maksimal enam jam setelah proses pemasakan. Namun, dengan jadwal kedatangan yang konsisten pada pagi hari, risiko penurunan kualitas makanan dinilai masih minim.

Menyinggung operasional program saat memasuki masa libur sekolah, Dewi menjelaskan bahwa terdapat kebijakan khusus yang telah diterapkan sebelumnya untuk menjamin pemenuhan gizi siswa tetap berjalan.

"Terakhir sebelum libur Hari Raya, siswa mendapatkan paket bungkusan untuk satu minggu yang dibawa pulang. Namun, selama masa libur sekolah, tidak ada aktivitas pengambilan makanan di sekolah kami," pungkasnya. (*)

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow