Surabaya Mulai Tenang, Pemprov Jatim Gelar Doa Bersama untuk Driver Ojol Affan Kurniawan
Ratusan ojol Jawa Timur melebur dalam doa dan solidaritas untuk Affan Kurniawan, sehari setelah Surabaya ricuh dan Grahadi terbakar akibat aksi tuntutan reformasi Polri.
SURABAYA, SJP - Setelah semalam (30/8/2025) Surabaya dilanda ketegangan menyusul aksi solidaritas ojol dan aksi menuntut reformasi Polri yang berujung ricuh di sekitar Gedung Negara Grahadi hingga menyebabkan bangunan bersejarah itu terbakar, suasana kota berangsur membaik pada Minggu (31/8/2025).
Momentum ketenangan itu dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menggelar Tahlil Kubro, doa bersama, dan aksi solidaritas bagi almarhum Affan Kurniawan, driver ojek online (ojol) yang meninggal dunia saat aksi di Jakarta.
Acara berlangsung di Masjid Baitul Hamdi, Kompleks Gubernuran Surabaya, diikuti lebih dari 500 hingga 600 driver ojol dari berbagai wilayah Jawa Timur. Beberapa ojol diketahui hadir sejak dini hari.
Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan rangkaian doa, dzikir, shalawat, tahlil, hingga penggalangan dana yang ditujukan untuk keluarga almarhum. Suasana haru semakin terasa ketika jamaah bersama-sama menyanyikan lagu "Gugur Bunga" dan "Padamu Negeri" setelah doa selesai.
Kehadiran Gubernur Khofifah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung memimpin doa sekaligus menyatu dengan para pengemudi ojol. Khofifah menyebut solidaritas komunitas ojol merupakan cerminan budaya gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat, bahkan di tengah tragedi.
"Saya merasa sangat tersentuh melihat solidaritas yang ditunjukkan para driver ojol Jawa Timur untuk saudara kita Affan. Bayangkan, tempat almarhum jauh ratusan kilometer dari sini, tapi saudara-saudaranya di Jatim satu suara mendoakan," ucap Khofifah, Minggu (31/8/2025).
"Mudah-mudahan ketulusan ini sampai kepada keluarga yang ditinggalkan dan memberi mereka kekuatan," imbuhnya.
Ia menutup doanya dengan harapan agar Affan diampuni segala khilaf, diterima amal ibadahnya, serta keluarganya diberi ketabahan.
Doa tahlil dipimpin oleh Asep Saifuddin Chalim, pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Dalam kesempatan tersebut dirinya berpesan dan mengajak jamaah untuk tidak hanya mendoakan Affan, melainkan juga korban lain di berbagai daerah yang turut menjadi bagian dari gelombang aksi belakangan ini.
"Kita berdoa agar negeri ini tetap kondusif, dijauhkan dari perpecahan. Semoga semua korban mendapat ampunan Allah dan keluarga mereka diberi ketabahan," pesannya di hadapan jamaah.
Dukungan dari komunitas ojol tampak nyata, mulai dari jimpitan sosial berupa penggalangan dana hingga kebersamaan menyanyikan lagu perjuangan. Mereka memaknai acara ini bukan hanya sebagai doa, melainkan juga bentuk penghormatan terakhir untuk almarhum Affan.
Perwakilan komunitas ojol, Yuniawati alias Mbok Mak, menyampaikan bahwa kesempatan berkumpul ini sangat berarti bagi mereka yang sehari-hari mencari nafkah di jalanan. Menurutnya, doa bersama ini membawa harapan akan kedamaian yang kembali pulih di Jawa Timur dan Indonesia.
"Tidak banyak yang ingin saya sampaikan, selain harapan agar Indonesia bisa kembali damai seperti sebelumnya. Khususnya Jawa Timur dan bangsa Indonesia, semoga keadaan segera membaik," katanya.
Dukungan Pemprov terhadap Ojol
Turut hadir, Kepala Dinas Sosial Jatim, Restu Novi Widiani, menjelaskan bahwa kegiatan ini memang difasilitasi penuh oleh Pemprov Jatim. Sejak subuh, panitia menyiapkan makanan, minuman, snack, hingga bantuan transportasi untuk para peserta yang berdatangan.
Lebih jauh, Restu menegaskan bahwa perhatian Pemprov kepada komunitas ojol tidak hanya berhenti pada acara seremonial saja. Ia membeberkan bahwa selama ini Pemprov juga telah memberikan pembinaan berkelanjutan, terutama kepada pengemudi perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.
"Kami memiliki beberapa program yang sudah berjalan, mencakup bantuan usaha produktif, bimbingan mental, pengajian, serta perlindungan jaminan sosial," sebutnya.
Kegiatan doa bersama itu sekaligus menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menunjukkan respon cepat dan sebaik mungkin di tengah situasi yang sempat memanas.
Sebagai informasi, kondisi Surabaya terkini hingga pukul 18.00 WIB aman tanpa gejolak. Meski sempat tersebar informasi tentang Demonstrasi di gedung DPRD Kota Surabaya, hingga berita ini ditulis belum ada pergerakan yang terlihat di tengah Kota. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

