Musim Haji 2026, Kota Probolinggo Berangkatkan 301 Jemaah dalam Satu Kloter
Tahun ini, 301 jamaah haji Kota Probolinggo dipastikan berangkat dalam Satu Kloter Mandiri! Didukung penuh oleh Pemkot Probolinggo untuk memberikan pelayanan terbaik dan kemudahan koordinasi selama di Mekkah & Madinah.
KOTA PROBOLINGGO, SJP - Kabar baik menghampiri calon jemaah haji asal Kota Probolinggo untuk musim haji tahun 2026. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo secara resmi mengonfirmasi bahwa sebanyak 301 jemaah dijadwalkan akan berangkat ke tanah suci pada tahun ini.
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan musim haji 2025, di mana saat itu pemerintah kota melepas 214 jemaah yang terdiri dari 97 laki-laki dan 117 perempuan dalam Kloter 86.
Salah satu poin krusial pada keberangkatan tahun 2026 adalah posisi jemaah yang akan tergabung dalam satu kelompok terbang (kloter) secara mandiri. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang seringkali harus digabung dengan jemaah dari daerah lain, kuota tahun ini memungkinkan Kota Probolinggo berdiri sendiri dalam satu kloter utuh.
Kepastian mengenai skema pemberangkatan ini mencuat dalam agenda audiensi antara Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Hernadi, dengan Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyelaraskan persepsi dan memperkuat koordinasi antara otoritas agama dan pemerintah daerah.
Didik Hernadi menekankan, dukungan dari pemerintah kota sangat dibutuhkan demi menjamin kenyamanan ibadah para tamu Allah tersebut.
“Selain itu, kedatangan kami juga untuk bersinergi dan meminta dukungan Pemerintah Kota Probolinggo agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar, tertib, serta memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah,” tutur Didik Hernadi, Selasa (13/1/2026) selumbari.
Terkait aspek teknis pendampingan, Didik menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu instruksi lebih lanjut mengenai Petugas Haji Daerah (PHD).
“Untuk Petugas Haji Daerah belum ditetapkan, sehingga kami masih menunggu arahan dan regulasi dari pemerintah pusat,” tambahnya.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, memberikan apresiasi tinggi terhadap skema kloter tunggal ini. Menurutnya, kesatuan jemaah dalam satu kelompok terbang akan meminimalkan kendala logistik dan komunikasi yang biasanya muncul pada kloter gabungan. Fokus utama pemerintah adalah memastikan setiap jemaah mendapatkan pendampingan yang intensif dan seragam.
Dokter Aminuddin meyakini, kemandirian kloter ini adalah kunci efektivitas pelayanan.
“Dengan menjadi satu kloter, mulai dari keberangkatan, selama di tanah suci, hingga kepulangan, pengaturan dan pelayanan jemaah akan jauh lebih mudah,” tegas Wali Kota Probolinggo tersebut.
Dengan persiapan yang lebih matang dan jumlah jemaah yang lebih besar, Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen penuh untuk mengawal perjalanan spiritual ini agar berjalan kondusif dari awal hingga kembali ke tanah air. (**)
What's Your Reaction?

