Bentrokan Antar Pemuda di Nganjuk Berujung Maut, Polisi Amankan 8 Orang dan Dalami Kasus Pengeroyokan
Seorang pemuda di Nganjuk meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan belasan orang. Polisi mengamankan delapan terduga pelaku, tiga di antaranya masih di bawah umur.
NGANJUK, SJP – Kasus kriminalitas kembali terjadi di Kabupaten Nganjuk. Seorang pemuda meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal. Korban sempat menjalani perawatan medis selama beberapa hari sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Korban diketahui bernama Nabil Kolili (20), warga Desa Maguan, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (13/1/2026), setelah sebelumnya menjadi korban pengeroyokan pada Jumat (9/1/2026) malam.
Peristiwa bermula saat korban bersama sejumlah temannya berkunjung ke rumah seorang teman di Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk. Namun, saat dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sepeda motor, rombongan korban dihadang oleh sekitar 15 pemuda tak dikenal.
Dalam kejadian tersebut, korban bersama sembilan temannya terlibat bentrokan fisik yang berujung pada aksi pengeroyokan. Akibatnya, korban dan beberapa rekannya mengalami luka-luka.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Kertosono untuk mendapatkan perawatan medis. Karena kondisinya terus memburuk, korban kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soedono, Solo, guna mendapatkan perawatan intensif. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia pada Selasa 13 Januari 2026.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadi, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah terduga pelaku.
“Sudah ada delapan orang yang diamankan terkait kasus ini, tiga di antaranya masih di bawah umur. Saat ini proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap kronologi secara lengkap dan menangkap pelaku lainnya yang belum diamankan,” ujar AKP Fajar, Kamis (15/1/2026). (**)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

