Pandangan Bupati Jombang Soal Hari Buruh 2026

Bupati Jombang Warsubi menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.

01 May 2026 - 16:39
Pandangan Bupati Jombang Soal Hari Buruh 2026
Bupati Jombang, Warsubi saat memberikan kata sambutan dihadapan pekerja pada hari buruh Internasional (May Day) 2026. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP – Bupati Jombang Warsubi menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.

“May Day tahun ini mengusung tema ‘Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja’ dengan tagline ‘Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama’. Ini menegaskan arah kita dalam membangun dunia kerja yang lebih baik,” ujar Warsubi dalam pesan diterima, Jumat (1/5/2026) 

Menurutnya, kemajuan daerah tidak dapat dicapai tanpa sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan tenaga kerja. Ketiga unsur tersebut memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bupati menekankan bahwa pekerja merupakan penggerak utama roda industri dan perekonomian. Oleh karena itu, pemenuhan hak-hak pekerja, peningkatan kompetensi, serta jaminan kesejahteraan menjadi tanggung jawab bersama.

Di sisi lain, dunia usaha juga perlu terus didorong agar mampu berkembang, berinovasi, dan memiliki daya saing tinggi guna membuka lebih banyak lapangan kerja serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Kabupaten Jombang, lanjutnya, berkomitmen untuk terus berperan sebagai fasilitator dan mediator dalam menciptakan hubungan industrial yang kondusif melalui penguatan dialog konstruktif, penyusunan regulasi yang berkeadilan, serta pelaksanaan program peningkatan kualitas tenaga kerja.

Warsubi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya organisasi pengusaha, pelaku usaha, dan serikat pekerja yang telah menjaga harmonisasi hubungan industrial di Kabupaten Jombang. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan guna menciptakan iklim industri yang maju, inklusif, dan berdaya saing, sekaligus mendorong terwujudnya kesejahteraan pekerja.

Sebagai wujud apresiasi, dalam kegiatan tasyakuran May Day di Pendopo Kabupaten Jombang diserahkan sejumlah penghargaan dari Gubernur Jawa Timur kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai berhasil menerapkan program ketenagakerjaan.

Pada kategori Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tanpa kecelakaan kerja, penghargaan diberikan kepada 10 perusahaan, antara lain KSU Perdula MPS Ngoro, PT Cheil Jedang Indonesia, PT Jayamas Medica Industri Tbk, dan PT Kimia Farma Plant Watudakon.

Kategori Program Penanggulangan Tuberkulosis (TB) tingkat Gold diberikan kepada empat perusahaan, yakni PT Anugerah Mutiara Luhur Indonesia Jaya, PT Aksha Karunia Mill, PT Mufasufu Sejati Jaya Lestari, dan KSU Perdula MPS Ngoro. Sementara untuk kategori Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja tingkat Platinum, penghargaan diterima oleh enam perusahaan, di antaranya PT Seng Fong Moulding Perkasa dan PT Sumber Graha Sejahtera.

Tak hanya perusahaan, Bupati Jombang juga memberikan penghargaan kepada pimpinan unit kerja (PUK) serikat pekerja yang dinilai aktif dan berkontribusi dalam memperjuangkan hak pekerja di tingkat perusahaan, seperti PUK SBSI PT Pei Hai, PUK SPSI PT Mufasufu Sejati Jaya Lestari, hingga PUK PT Anugerah Mutiara Luhur Indonesia.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Subagyo mengapresiasi perhatian Pemkab Jombang terhadap pekerja.

"Sudah 13 tahun Pemkab Jombang memfasilitasi May Day sejak 2013, padahal May Day baru menjadi hari libur nasional pada 2015. Artinya Jombang berhasil menemui titik komunikasi matang terkait pekerja," ujarnya.

Ia juga berterima kasih atas peningkatan UMR serta upaya Bupati Warsubi mendatangkan investor yang mengurangi pengangguran di Jombang.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Jombang Bambang Suntowo menambahkan, puncak peringatan May Day akan dilaksanakan pada 1 Mei 2026 dengan senam kebugaran di Stadion yang diikuti 8.000 peserta, pemeriksaan kesehatan gratis, dan gerakan pangan murah.

Peringatan tasyakuran May Day 2026 ditutup dengan suasana penuh keakraban sebagai simbol kebersamaan seluruh elemen dalam membangun dunia kerja yang lebih baik. (***)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow