Peringati Hari Thalasemia Sedunia, Vinanda Berbagi Kebahagiaan Bersama POPTI

Wali kota termuda ini memberikan apresiasi kepada orang tua yang selalu bersedia mendampingi, menyayangi, dan menguatkan anak-anak hebat ini. Lalu juga kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membersamai para pejuang thalasemia.

15 May 2025 - 11:17
Peringati Hari Thalasemia Sedunia, Vinanda Berbagi Kebahagiaan Bersama POPTI
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati Tinjau acara donor darah dalam peringatan Hari Thalasemia. (Foto: Istimewea)

KOTA KEDIRI, SJP—Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati berbagi kebahagiaan dengan para pejuang thalasemia. Dia memberikan hadiah bingkisan berisi tumbler kepada anak-anak pejuang thalasemia yang berhasil menjawab pertanyaannya. Mereka pun antusias untuk bisa menjawab pertanyaan Vinanda.

Momen penuh keceriaan tersebut dalam acara donor darah dan edukasi dalam rangka peringatan Hari Thalasemia Sedunia serta Hari Bahayangkara ke-79. Acara berlangsung di Aula Tri Brata Rumah Sakit Bhayangkara, Rabu (14/05/2025).

“Kita di sini tidak hanya memperingati, tapi juga menjadi momen refleksi bersama. Untuk saling meningkatkan kepedulian dan kesadaran terhadap pejuang thalasemia,” ujarnya.

Wali kota termuda di Indonesia ini memberikan apresiasi kepada orang tua yang selalu bersedia mendampingi, menyayangi, dan menguatkan anak-anak hebat ini. Dia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung dan membersamai para pejuang thalasemia. Baik fasilitas kesehatan serta dukungan ‘Bapak Asuh’ yang menjadi pendonor tetap.

“Terima kasih juga kepada POPTI (Perhimpunan Orang Tua Penyandang Thalasemia Indonesia). Sehingga perjuangan ini tidak terasa berat sendiri. Namun ada teman-teman yang menyemangati,” ungkapnya.

Vinanda menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri akan terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Dia berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif melalui program merata dan smart living. Program ini spesifik pada jaminan kesehatan dan program-program pendukung lainnya.

“Untuk para pejuang thalasemia kami berkomitmen memberikan pelayanan transfusi darah yang aman dan akses yang mudah. Harapannya dengan program-program yang ada dapat membantu meringankan beban para pejuang thalasemia di Kota Kediri,” tegasnya.

Diketahui, thalasemia memiliki tiga jenis. Yakni mayor, intermediate, dan minor. Thalasemia mayor adalah yang paling parah. Membutuhkan transfusi darah rutin. Thalasemia intermediate lebih ringan dari mayor, tetapi masih membutuhkan transfusi darah. Kemudian thalasemia minor, tidak mengalami gejala yang jelas dan tidak memerlukan transfusi darah.

“Saya ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian. Sebab pejuang thalasemia ini tidak hanya sisi fisiknya saja yang sakit. Tapi mereka juga ada beban mental, sosial dan lainnya. Mari kita bahu-membahu memberikan semangat moral dan sosial,” imbuh Vinanda.

Dalam kesempatan ini, Ketua POPTI Kediri Malichatun Nafiah menjelaskan, peringatan Hari Thalasemia Sedunia tahun ini mengangkat tema Bersama untuk Thalasemia: Menyatukan Komunitas Memprioritaskan Pasien.

Tema ini dinilai luar biasa, mengingat perjuangan pasien thalasemia. Total pasien di Karisidenan Kediri ada 117 pasien dan di wilayah Kediri ada 54 pasien. Untuk di Kota Kediri ada 18 pasien yang aktif ke rumah sakit untuk mendapat protokol thalasemia berupa transfusi darah dan terapi kelasi besi. Lalu ada 4 pasien yang sudah tidak aktif di rumah sakit.

“Momen peringatan Hari Thalasemia ini bukan selebrasi bagi kami. Tetapi sebagai penanda ada sebuah momentum yang bisa kita tegaskan bagi keluarga thalasemia bahwa mereka tidak bisa memilih hidup untuk lahir di lingkungan keluarga seperti apa. Inilah takdir untuk kita ketika hidup tidak bisa memilih maka kehidupan seperti apa bisa kita pilih yakni berjuang,” jelasnya. (adv)

Editor: Ali Wafa 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow