Misteri Mayat Dalam Kardus di Gresik Terkuak, Pelaku Dendam Gagal Jadi PNS
Dua pelaku pembunuhan mayat terbungkus kardus di Gresik ditangkap. Motifnya dendam karena penipuan janji jadi PNS. Polisi masih dalami kasus ini, bersiap rekonstruksi.
GRESIK, SJP — Misteri mayat terbungkus kardus yang sempat bikin geger warga Kabupaten Gresik akhirnya terkuak. Tim Macan Giri dan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Gresik berhasil meringkus dua orang terduga pelaku pembunuhan keji itu. Salah satu pelaku utama, berinisial SR (36) warga Sidoarjo, dicokok di indekosnya di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.
Selain SR, satu pelaku tambahan lainnya juga diamankan karena berperan sebagai pembantu. Namun, identitas dia belum diungkap. Penangkapan ini menjadi babak baru dalam kasus yang menyita perhatian publik tersebut.
"Diamankan dua orang. Satu pelaku yang mengakui perbuatannya dan satu orang yang membantu diamankan. Pelaku ditangkap di kontrakan pelaku Menganti," kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Selasa (29/7/2025).
AKBP Rovan membongkar motif di balik perbuatan keji SR. Pelaku merasa kesal berat karena ditipu. Janji palsu untuk menjadikannya pegawai negeri sipil (PNS) tak kunjung terwujud.
Pelaku menyebut, dia sudah menyerahkan uang sebesar Rp5 juta sebagai pelicin agar bisa masuk sebagai PNS. Namun, janji itu omong kosong. Uang pun tak kunjung kembali. Karena diliputi amarah, pelaku nekat mengundang korban ke rumahnya di Sidoarjo. Dia beralasan akan menawarkan pekerjaan sebagai freelance.
Nahas. Sesampainya di tempat kejadian perkara, korban justru dipukul habis-habisan sampai meninggal dunia. Sebuah akhir tragis dari penipuan janji manis.
"Karena tidak masuk menjadi PNS, pelaku meminta kembali uangnya. Namun korban beralasan masih diusahakan. Pelaku tega melakukan hal tersebut," jelasnya, merinci betapa gelap mata pelaku karena dendam.
Jajaran Polres Gresik masih melakukan pendalaman lebih lanjut soal kasus dugaan pembunuhan ini. Pemeriksaan pelaku masih berlanjut untuk mengungkap fakta dan kemungkinan adanya pelaku baru yang terlibat.
"Dalam beberapa hari ke depan, akan dilakukan rekonstruksi apabila memungkinkan bertambahnya pelaku lain," pungkasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

