Rekaman CCTV Pengadang Motor di Jombang Terkuak, Bukan Gangster tapi Warga Buru Perusuh

Rekaman CCTV pengadang motor di Jombang viral, ternyata aksi warga buru kelompok penyerang. Kades Jogoloyo luruskan fakta, minta masyarakat tak mudah termakan provokasi video.

29 Jul 2025 - 07:58
Rekaman CCTV Pengadang Motor di Jombang Terkuak, Bukan Gangster tapi Warga Buru Perusuh
Video CCTV ini menjadi bukti awal kasus yang sempat menggegerkan Jombang, sebelum akhirnya diklarifikasi oleh warga setempat. (Foto: Istimewa)

JOMBANG, SJP — Sebuah rekaman kamera CCTV yang sempat menghebohkan warga Jombang akhirnya terkuak faktanya. Video yang menampilkan sekelompok remaja mengadang dan memukul pengendara di jalur utama Jombang–Surabaya, tepatnya di Dusun Gerih, Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, ternyata bukan aksi gangster.

Justru, itu adalah upaya heroik warga Dusun Mojokuripan, Desa Jogoloyo, Kecamatan Sumobito, yang sedang mengadang balik sekelompok pemotor tak dikenal usai bikin ulah menyerang warga setempat. Informasi ini meluruskan dugaan awal yang beredar di masyarakat.

Kepala Desa (Kades) Jogoloyo, Kecamatan Sumobito, M. Toyib mencoba meluruskan informasi yang terlanjur viral tersebut. Dia menegaskan, aksi adang dan pukul yang terekam CCTV itu adalah upaya warganya untuk mencegat kelompok tak dikenal yang sudah lebih dulu melakukan serangan dan kerusuhan.

"Itu warga kami yang menghalau gangster. Mereka keluar dari gang karena mendapati kelompok motor sudah membuat kerusuhan terlebih dulu. Jadi bukan warga yang memulai, tapi justru ingin menangkap kelompok motor tersebut," ungkap Toyib kepada wartawan, Senin (28/7/2025).

Pihak desa bersama Kepolisian Resor (Polres) Jombang juga telah menggelar pertemuan untuk mengklarifikasi peristiwa ini. Dari hasil pendalaman aparat, diketahui bahwa memang ada kelompok pemotor yang membuat kerusuhan dan warga sempat berupaya untuk mengadang mereka.

"Sudah dipanggil dan diklarifikasi. Anak-anak kami bukan pelakunya. Justru ada pihak luar yang memicu keributan. Kami sepakat untuk menjaga kondusifitas desa bersama aparat," lanjut Toyib.

Pihak desa berharap agar masyarakat tidak cepat menyimpulkan berdasarkan potongan video semata. Toyib menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum menarik kesimpulan.

"Kami minta masyarakat tidak mudah terprovokasi dari rekaman CCTV yang dikira pengadang tersebut merupakan gangster tapi sebaliknya, warga kami yang ingin menangkap gangster," pungkasnya.

Upaya konfirmasi sudah dilakukan kepada Kepala Unit Pidana Umum (Kanit Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang, namun hingga berita ini ditayangkan belum ada jawaban resmi.

Sebelumnya, aksi sekelompok remaja yang mengadang pengguna jalan di jalur utama Jombang-Surabaya, tepatnya di Dusun Gerih, Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, memang terekam kamera CCTV warga. Kejadian itu sempat menimbulkan kekhawatiran akan keamanan di ruas jalan tersebut, terutama bagi pengguna jalan yang melintas pada malam hari.

Dugaan aksi premanisme tersebut terjadi pada Ahad (27/7/2025) sekitar pukul 02.00 WIB. Peristiwa yang menggegerkan warga sekitar ini terekam dalam video CCTV berdurasi cukup singkat, yakni 18 detik. Rekaman itu menunjukkan insiden yang cepat dan mengejutkan, menggambarkan ketegangan di jalanan.

Rekaman CCTV tersebut milik Rahman Hakim, seorang warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi kejadian. Dalam rekaman itu, terlihat jelas sekelompok remaja menggunakan tongkat kayu. Mereka mengayunkan tongkat tersebut ke arah para pengendara motor yang melintas, menandakan adanya niat untuk melukai atau menakuti.

"Tadi pagi saya kebetulan keluar rumah dan kaget karena di teras banyak batu. Setelah saya cek, patok pembatas jalan juga hilang satu. Saya lalu buka CCTV dan menemukan rekaman itu," terang Hakim saat dikonfirmasi wartawan, Ahad (27/7/2025) kemarin. (**)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow