Menjemput Berkah Zulhijjah Melalui Puasa Tarwiyah dan Arafah

Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada 8 dan 9 Zulhijjah, yaitu 4 dan 5 Juni 2025. Tarwiyah menghapus dosa setahun, Arafah menghapus dosa dua tahun. Keduanya dikerjakan sebelum Idul Adha dan sangat dianjurkan bagi yang tidak berhaji.

05 Jun 2025 - 07:05
Menjemput Berkah Zulhijjah Melalui Puasa Tarwiyah dan Arafah
Ilustrasi puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keutamaan yang besar bagi umat muslim(istockphoto)

SUARAJATIMPOST.COM - Menjelang Idul Adha, ada dua puasa sunnah yang sering dikerjakan umat Islam, yaitu puasa Tarwiyah dan puasa Arafah. Keduanya termasuk amalan yang sangat dianjurkan, apalagi di sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah yang memang penuh keutamaan.

Puasa Tarwiyah dilakukan setiap tanggal 8 Zulhijjah. Tahun ini 2025 puasa itu jatuh pada hari Rabu, 4 Juni. Sementara puasa Arafah dikerjakan sehari setelahnya, yaitu tanggal 9 Zzulhijjah, atau Kamis, 5 Juni 2025.

Meskipun hanya berselang satu hari, keduanya punya keutamaan yang berbeda. Tarwiyah dipercaya bisa menghapus dosa selama setahun, sedangkan puasa Arafah lebih besar lagi ganjarannya, menghapus dosa dua tahun. Tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya. Ini berdasarkan hadis Nabi yang diriwayatkan secara sahih.

Tapi perlu diingat, puasa ini ditujukan untuk mereka yang tidak sedang berhaji. Jemaah haji terutama yang sedang wukuf di Arafah, biasanya tidak berpuasa agar lebih kuat menjalani rangkaian ibadah haji. Meski begitu, sebagian ulama tetap membolehkan mereka berpuasa jika merasa mampu.

Cara puasanya sendiri sama seperti puasa Ramadan dimulai dari fajar sampai magrib, diawali dengan niat, lalu menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa. Niat bisa dibaca malam sebelumnya atau sebelum waktu subuh. Misalnya, untuk puasa Arafah, cukup niat di hati bahwa hari itu ingin berpuasa sunnah karena Allah.

Selama menjalani puasa ini, disarankan untuk memperbanyak amalan lain juga, seperti dzikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan menjauhi perbuatan yang tidak bermanfaat. Sepuluh hari pertama Zulhijjah adalah waktu yang sangat istimewa, jadi rugi kalau dilewatkan begitu saja.

Meskipun hukumnya tidak wajib, tapi kalau bisa dikerjakan, pahalanya besar. Terutama puasa Arafah, yang secara khusus disebut sebagai amalan yang dicintai Allah. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber :
Berbagai Sumber

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow