Menjelajahi Republik Durian Farm Blitar: Destinasi yang Menggabungkan Alam, Rasa, dan Inovasi
Selain kondang dengan destinasi wisata alamnya, Kabupaten Blitar mulai dikenal dengan wisata agro. Destinasi agro yang mulai meroket adalah Republik Durian Farm. Tak sekadar menjanjikan legitnya rasa durian premium yang melangit, wisata agro ini juga menawarkan edukasi bagi pencinta raja buah.
BLITAR, SJP - Bayangkan menikmati durian musang king yang harum dan legit langsung di bawah rindangnya pohon tempat ia tumbuh. Di Dusun Sendung, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, deretan pohon buah yang istimewa itu di bawah naungan Republik Durian Farm.
Tempat ini bukan sekadar ladang durian, tapi surga tersembunyi bagi para pecinta raja buah. Di sini, pengunjung bisa mencicipi beragam jenis durian premium seperti super tembaga, black thorn, musang king, hingga bawor yang semuanya dipetik langsung dari pohonnya. Bagi para durian lovers, ini bukan sekadar kunjungan, tapi petualangan rasa yang wajib dicoba. Pengalaman yang unik dan menyenangkan.
Menuju Republik Durian di Srengat
Republik Durian Farm berjarak sekitar 7,6 kilometer dari pusat Kota Blitar. Lokasinya bisa diakses dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Jika berangkat dari alun-alun Kota Blitar, perjalanan dimulai dengan menuju ke arah barat di Jalan Merdeka ke arah Pasar Legi atau di Jalan Mawar hingga di Jalan Tanjung. Dari sini, tetap menuju ke arah barat sampai melewati tugu perbatasan Kota-Kabupaten Blitar di Desa Sanankulon.
Perjalanan tetap mengarah ke barat, sampai melewati Pasar Bendo, Tugurante, Ponggok, Blitar. Dari sini, tetap menuju ke arah barat di sepanjang Jalan Raya Bendo, hingga simpang empat yang ada petugas Supeltas (Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas), lalu ambil ke arah kiri/selatan di Jalan Mentaraman.
Kemudian, melewati Jalan Mentaraman kurang lebih sepanjang satu kilometer hingga menemui sebuah toko grosir di sebelah kanan/timur jalan, kemudian belok ke kiri dan sekitar 100 meter tibalah di Republik Durian Farm.
Tak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di Republik Durian Farm. Dari pusat kota, jika mengendarai sepeda motor membutuhkan waktu selama 15 menit dan jika mengendarai kendaraan roda empat membutuhkan waktu selama 18 menit.
Jika memanfaatkan layanan Gocar atau Grabcar, cukup membayar sebesar Rp40.000 untuk sampai di Republik Durian Farm dari Alun Alun Kota Blitar. Kalau memanfaatkan layanan Gojek atau GrabBike cukup merogoh kocek sebesar Rp22.000 saja.
Di depan kebun terpampang banner besar: “Republik Durian Farm. Jam buka Republik Durian Farm setiap hari Selasa-Minggu mulai pukul 08.00-17.00 WIB dan di setiap hari Senin tutup.”
Sensasi Memetik Buah Durian Premium dari Pohonnya
Begitu langkah pertama menjejak di Republik Durian Farm, seolah seluruh penat perjalanan menguap begitu wajah disapu hembusan udara sejuk, diiringi pemandangan hijaunya ratusan pohon durian yang tampak asri dengan buah durian ukuran jumbo yang menggelantung di rantingnya.
Meskipun fasilitas pendukung masih minim, suasana alami yang ditawarkan justru menjadi daya tarik tersendiri. Tanpa sekat, tanpa kemewahan buatan, pengunjung diajak menyusuri jalur tanah di antara barisan pohon, menyaksikan para pekerja merawat pohon dengan sabar, memangkas ranting, memberi pupuk, atau memanen buah dengan telaten.
Tak jarang, pengunjung juga diberi kesempatan untuk memetik sendiri buah durian yang sudah matang, menciptakan pengalaman yang menyenangkan. Menikmati kelezatan buah durian secara langsung dengan sensasi yang berbeda.
Di tengah hamparan kebun durian seluas satu hektare itu, kejutan lain menanti. Puluhan kolam ikan tersebar di beberapa titik, menyatu dengan lanskap kebun tanpa mengganggu keasriannya.
Kolam-kolam itu bukan sekadar hiasan. Ikan-ikan seperti nila, lele, dan patin dipelihara di dalamnya. Bukan untuk konsumsi, melainkan sebagai bagian dari sistem pertanian terpadu. Air dari kolam menjadi sumber kehidupan bagi pohon-pohon durian, dan sisa pakan ikan turut menyuburkan tanah. Sebuah harmoni kecil antara air, tanah, dan pohon yang jarang terlihat di kebun lain.
Bagi yang ingin tahu lebih dalam, pengelola dengan senang hati berbagi pengetahuan tentang teknik menanam durian, cara mengenali buah yang matang sempurna, hingga bagaimana sistem kolam ikan ini bekerja menopang kebutuhan nutrisi pohon. Kebun ini bukan sekadar tempat untuk makan durian, tapi juga ruang belajar yang menyenangkan dan membumi.
Mau Nyicipin Durian Rp1,5 Juta per Kg?
Untuk beristirahat, beberapa gazebo disediakan di titik-titik strategis. Dari sini, pengunjung bisa duduk santai, membuka durian yang baru saja dipetik, dan menikmati setiap suapan sambil memandang hijaunya kebun. Dan jika beruntung, sesekali terdengar suara kereta api menderu dari utara kebun, suara yang membawa nuansa nostalgia, sekaligus menambah keunikan suasana Republik Durian Farm.
Tak hanya itu saja, Republik Durian Farm juga menjadi tempat wisata yang asri dan menarik untuk berfoto dengan latar belakang pohon durian yang rindang dan buah durian yang lezat.
Tak ada tiket masuk yang dipatok. Siapa pun boleh datang dan menikmati kesejukan kebun secara cuma-cuma. Biaya hanya dikenakan jika pengunjung ingin membeli dan menyantap durian premium yang tersedia. Sebuah tawaran yang sulit ditolak, terlebih bagi mereka yang ingin menyatu dengan alam sambil menikmati rasa durian terbaik yang ditanam dengan penuh perhatian.
Mau mencicipi durian? Harganya bervariasi. Durian kualitas super tentunya rasanya selangit, sepadan dengan harganya. Durian super tembaga dibanderol Rp1,5 juta per kilogramnya. Durian black thorn seharga Rp600 ribu per kilogramnya, durian musangking seharga Rp500 ribu dan durian bawor Rp250.000 per kilogram.
Pengunjung tidak bisa datang setiap waktu. Ada momen tertentu pohon durian berbuah dan siap dipanen. Selain itu, pada waktu tertentu, pohon durian dalam masa pembungaan yang memerlukan perawatan.
Diendorse Gubernur, Kunjungan Wisatawan Membludak
Ditanam di lahan seluas tiga hektar lebih pada 11 titik sejak tahun 2020, Republik Durian Farm mulai dibuka untuk umum ketika musim panen pada 2024. Sebenarnya, ratusan pohon durian premium milik Anna Lutfie yang tumbuh ini belum sepenuhnya berbuah maksimal. Masih sekitar 30 persen pohon yang berbuah. Diperkirakan pada tahun kelima, produksinya bisa mencapai 100 persen.
Meski belum maksimal, Lutfie memutuskan membuka wisata edukasi. Saat ini, lokasi yang dibuka untuk pengunjung seluas satu hektar dengan 116 pohon. Pada akhir tahun 2024 lalu, buah durian yang sudah dipanen laris manis dicari pembeli dari lokal Blitar hingga luar daerah.
Kala itu, berkat promosi lewat media sosial, Republik Durian Farm mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti dari Palopo, Sulawesi Selatan, Ternate, Maluku Utara, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Kediri, Tulungagung dan lain sebagainya.
"Saya pun sangat kewalahan saat itu, jadi tidak bisa menghitung atau bahkan mendata pengunjung yang datang ke kebun. Tapi saya menyimpulkan loyalitas durian lovers itu sangat istimewa, buktinya sejauh apapun lokasinya tetap didatangi," ceritanya.
Brand Republik Durian Farm Blitar menjulang ketika dikunjungi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Khofifah yang mencicipi durian jenis duri hitam atau black thorn yang menjadi primadona durian lovers. Testimoni Khofifah viral di media sosial. Momentum yang tepat dengan musim panen perdana Republik Durian Farm.
Banyak yang penasaran datang setelah testimoni Gubernur. "Kemarin kan viral ya di media sosial, saya itu tertarik. Kan saya juga pecinta durian, jadi datang kesini," ujar Diah Norma, warga Kediri.
Diah senang dan puas datang ke Republik Durian Farm, karena bisa melihat langsung dan memeriksa kualitas durian yang ada di kebun. Dengan begitu, ia merasa yakin dengan kualitas serta rasa dari buah durian hasil panen di kebun ini.
"Asyik ya kalau lihat durian langsung dari pohonnya, jadi lebih yakin gitu lho dengan buahnya. Senang dan lebih puas ya," kata dia.
Dyah Naura, pengunjung lain mengakui hal yang sama. Datang bersama dua temannya, Dyah melihat secara langsung pohon durian. Mereka menikmati durian premium. "Senang sekali rasanya, jadi lebih mantap membeli duriannya. Nanti pasti ke sini lagi, dan harapannya fasilitasnya lebih memadai ya," ucapnya.
Saat kunjungan membludak, banyak pengunjung tak kebagian buah durian karena stok terbatas dan hasil panen belum maksimal. Lutfie terobsesi mengembangkan durian di pekarangan warga sekitar. Dia berharap mengatur produksi buah durian warga. Artinya, musim panen tidak berlangsung secara bersamaan dan pengunjung bisa datang setiap saat untuk menikmati buah durian premium dari Republik Durian Farm.
Pada tahun ini, musim panen akan berlangsung pada akhir tahun 2025 atau memasuki tahun kelima usai ditanam. Pohon durian yang sudah sempat berbuah di tahun keempat, diberikan nutrisi berupa pupuk organik dan saat ini sedang dalam masa pembungaan. Nantinya, musim panen akan berlangsung pada bulan November, Desember 2025 hingga awal tahun 2026.
"Dalam jangka panjang, saya juga ingin memiliki alat penyimpanan durian beneran cold storage. Jadi, siapapun yang datang ke sini sudah pasti tetap bisa menikmati durian premium, karena alat ini bisa menyimpan durian hingga dua tahun lamanya," ujarnya. (*)
Editor : Danu S
Jejak Inspirasi 'Republik Durian Farm Blitar:
Menjelajahi Republik Durian Farm Blitar: Destinasi yang Menggabungkan Alam, Rasa, dan Inovasi
Republik Durian Farm Blitar: Inspirasi yang Tumbuh pada Keheningan Masa Pandemi
Sosok Anna Lutfie: Transformasi dari Anggota Legislatif Menjadi Presiden Republik Durian
What's Your Reaction?

